15 Februari 2011

Hutan Rumah Kita (Ully Sigar)

Nuansa Indahnya
Menghidupi manusia
Mata air dari alam hijau
Hutan rumah kita

Nuansa Indahnya
Yang harus tetap terjaga
Kedamaian dari alam hijau
Hutan rumah kita

Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
subur alamnya subur negeriku
Hijaulah untuk Indonesia raya

Nuansa Indahnya
Yang harus tetap terjaga
Sungai-sungai dari alam hijau
Hutan rumah kita

Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
Jernih sugainya jernih airnya
Jernihlah untuk Indonesia raya

Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
subur alamnya subur negeriku
Hijaulah untuk Indonesia raya

Business Plan Ideas 2010

Bisnis adalah satu hal yang sejauh mungkin saya hindari dalam hidup saya. Entah kenapa saya kurang menyukai segala hal yang berhubungan dengan duit. Mungkin karena saya belum mengetahui betapa susahnya mencari duit ini. Hehehe. Pada suatu saat Jaywaine ngajakin bwat ikut lomba Business Plan Competition. Jaywaine sendiri sudah cukup berpengalaman secara proposal dia bwat bikin program enterpreneurship pernah tembus dan dikasi dana lagi walaupun ternyata usahanya bangkrut. Hehehe.

Pada pelaksanaannya siy seperti biasa. Yang namanya jaywaine mah semangat di depan doang. Begitu mulai masuk kuliah, lalu tugas2 yang mulai menumpuk, serta penelitian sebagai tugas akhir mulailah berbagai alasan untuk menunda pekerjaan muncul. Berbeda dengan saya yang kalau mengerjakan sesuatu lambat sekali namun konstan. Namun saya memiliki prinsip apa yang sudah dimulai harus diselesaikan. Sampailah beberapa minggu sebelum tenggat waktu terpaksa saya harus menghandle pekerjaan dia juga. Mana bwat pendaftaran lomba pake duit saya juga pula. Huhuhu ^_^.

Dan ternyata kelompok kami berhasil masuk 5 besar. Wow. Panitianya sendiri bilang bahwa proposal yang masuk mencapai 100 proposal. Selain itu setiap finalis akan ditemani oleh mentor2 yang mendapatkan beasiswa Sampoerna Foundation dan kuliah di Universitas2 ternama di luar negeri. WOW. Mentor untuk tim kami sendiri bernama mas Hendra yang sekarang bekerja di Boston Consulting Group salah satu perusahaan konsultasi bisnis terbesar di dunia.  WOW!!! Tentu saja kami sangat bangga mengenai hal ini. Peserta yang berhasil masuk final adalah:

1. Tim i-grow
Merupakan tim gabungan mahasiswa ITB dan Unpad. Produknya siy sejenis tanaman hias di dalam botol kaca gitu deh.. (Gw lupa ^_^)

2. Tim Esverdear
Anggota tim ini berasal dari 1 perusahaan yaitu Accenture. Perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi bisnis.

3. Tim Baby Belt
Anggota tim ini berasal dari 1 kampus yaitu ITS. Mereka semua merupakan anggota suatu organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang enterpreneurshi.

4. Tim chittin plan

Yup this is us!!!. Peserta dengan anggota tim paling sedikit. Paling ga nyambung pula masa ana teknik ikut2an lomba bisnis. Ilmunya dari mana coba. Alhasil dengan hanya mengandalkan ilmu yang kami dapat selama kuliah, kami pun mencoba ikut lomba ini. Nothing to lose aja menang syukur kalah pun ga apa-apa. Proposal bisnis yang kami ajukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Jaywaine yaitu tentang pengolahan limbah kulit udang menjadi kitin.

5. Tim skinny fish
 
Tim skinny fish rata-rata anggotanya berasal dari Bali. Selain itu sebagian besar dari mereka berkuliah di UGM Yogyakarta.

Ini mas dan mba yang menemani kami dari awal hingga akhir acara.
 

Berpose dulu sebelum gala dinner di gedung Sampoerna yang mewah itu. Sayangnya ga semuanya ikut.


Foto2 sambil menunggu pengumuman pemenang.
 

Para juri-juri handal dan berpengalaman di bidang bisnis. Ada yang merupakan alumni dari Sampoerna foundation ada juga investor serta perwakilan pemerintah yang biasa membiayai usaha mikro.
 
Dan pemenangnya adalah....
 

Berfoto usai pengumuman pemenang dan langsung pulang dengan pengalaman berharga...

14 Februari 2011

Farewell with Citatah 125 Cliff


Gua akan terus berjalan dan kalo lo masi tertarik, lo pasti akan senang mendengar cerita-cerita gua. Karena gua sering cerita, orang-orang akan merasa akrab, dan bila tiba saatnya gua mati, gantian orang-orang yang akan cerita tentang gua. (Norman Edwin)

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan pra operasional RC tebing Citatah 125. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 9 – 11 Juli 2010. Perjalanan ini mungkin akan menjadi perjalanan terakhir saya selama kuliah di Fakultas Teknik UI jurusan Teknik Kimia. Mungkin kegiatan seperti ini akan sulit saya ulangi lagi di masa yang akan datang mengingat saya akan segera memasuki dunia kerja.

Pra operasional merupakan kegiatan pra musim pengembaraan. Pada pra ops, setiap anak baru diminta untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari sebelumnya. Mulai dari pemanjatan artificial, simulasi bikin pitch, rappling, serta pemanjatan sport. Sebenarnya masi ada lagi siy vertical rescue sayangnya seniornya aja ga ngerti tentang materi ini jadinya ya harus ditepikan dulu.

Peserta kegiatan ini ada 5 orang. Terdiri dari saya sendiri kemudian Pringga, Acil sebagai PJ Perlengkapan, Danu sebagai PJ dana, dan Harya sebagai ketua rombongan. Kosarnya sendiri adalah bang Sutar. Rencananya kami akan berangkat dari sekret pada hari Jumat dan pulang pada hari minggu. Sebenarnya saya agak bingung untuk mengikuti perjalanan ini mengingat saya masi harus melakukan revisi skripsi dan mengurus tetek bengeknya. Apalagi salah satu teman saya di jurusan yaitu Rahmawati Lestari akan melangsungkan akad nikah pada hari minggunya. Tapi mengingat mungkin ini akan menjadi perjalanan terakhir saya sebelum lulus maka saya memilih untuk mengikuti perjalanan ini. Sori Rahma ^_^.

Untungnya walaupun saya kurang fokus untuk mengikuti perjalanan ini dikarenakan hal-hal tersebut, ternyata anak-anak yang lain dapat memback up dengan baik. Terutama mengenai masalah peminjaman alat dan materi. Special thanks untuk bang Jabar, bang Sutar, dan bang Dona yang telah ikut menshare ilmu yang telah mereka miliki kepada anak-anak baru.

Packing rencananya dimulai jam 1. Namun karena saya masi harus mengurus tanda tangan dosen maka saya meminta kepada karomb untuk mengunduran waktu PM menjadi pukul 3. Apalagi Pringga yang saat itu ingin membeli peralatan panjat terjebak hujan sehingga tidak dapat datang ke sekret sekarang. Setibanya di sekret, sudah ada Sutar, Harya, dan Danu yang sedang packing. Ternyata alat yang kami bawa sangat minimalis, sehingga kami harus menyiasatinya ketka melakukan pemanjatan nantinya. Kami berencana untuk mendaki hingga top. Bang Sutar menyarankan untuk mulai memanjat pukul 6 pagi jika ingin memanjat sampai top.

Akhirnya pada pukul 5 Pringga pun datang. Namun ternyata dia tidak jadi membeli alat karena harga alat yang terlampau mahal. Pada pukul 5.30 kami selesai packing dan langsung melakukan upacara pelepasan bersamaan dengan anak GH yang juga akan melakukan perjalanan menuju kawah ratu. Setelah pelepasan, kami langsung menuju haltek dan berangkat naik bikun. Kemudian kami berpisah dengan anak GH di stasiun UI karena mereka akan menggunakan kereta menuju gunung bundar sedangkan kami akan langsung menuju Kampung Rambutan. Sebelum berangkat ke kampung rambutan kami menyempatkan diri untuk solat Maghrib sejenak.

Dari kober kami menuju Kampung Rambutan menggunakan angkot 19 dengan biaya Rp. 4000. Dari kampung Rambutan kami naik bus Dewi Sri dengan biaya mencapai 25 ribu. Mengingat terakhir kali saya ke Citatah biayanya hanya 20 ribu. Perjalanan memakan waktu hingga 5 jam lamanya. Sepanjang perjalanan tidak ada yang dapat kami lihat mengingat langit yang sudah gelap. Alhasil perjalanan lebih banyak diisi dengan tidur.

Pukul 1 dini hari kami tiba di Citatah. Namun supir busnya tidak tahu PT. Kurnia yang menjadi patokan kami menuju tebing Citatah 125. Alhasil kami pun memutuskan untuk tidur di masjid sambil menunggu pagi. Sebelum tidur tentu harus ada evaluasi dulu. Evaluasi berlangsung 3 jam sehingga kami baru tidur pada pukul 4 pagi. Pada evaluasi ini kami juga sekaligus menyiapkan perencanaan untuk hari esok mulai dari skenario perjalanan yang agak berubah dan juga skenario pemanjatan.

Bangun tidur kami segera packing. Kami sempat berbicara dengan penduduk setempat. Menurut mereka kami telah kelewatan sehingga harus balik lagi.Akhirnya kami naik angkot mundur lagi ke belakang. Tapi perjalanan ini terasa mencurigakan karena kok rasanya jauh sekali. Ternyata kami lagi-lagi salah, maksud sang supir adalah tebing Citatah 48. Sehingga kami langsung turun dari angkot. Akhirnya baru pada pukul 8 kami tiba di kaki tebing Citatah 125. Ternyata sudah ada regu pemanjat lain yang juga berencana memanjat untuk hari ini. Untungnya mereka memilih untuk memanjat jalur sport sehingga tidak bentrok dengan kami yang hari ini rencananya akan memanjat jalur artificial.

Sebelum memulai pemanjatan, karena ini adalah pemanjatan leading pertama bagi anak2 baru maka mereka akan diberikan teori awal lagi mengenai penggunaan alat-alat artificial serta pembuatan pitch oleh Pringga. Rencana awal untuk memanjat sampai top akhirnya diubah secukup waktunya saja mengingat akhirnya kami baru akan mulai memanjat pada pukul 9 pagi.

Rencananya untuk pitch 1 (gua) yang akan ngelead adalah Acil dengan dibellay Harya. Namun ternyata untuk ngelead ini memakan waktu sangat lama. Acil ngelead hingga pukul 12.30 alias 3,5 jam. Apalagi jalur yang dia tempuh terlihat tidak mengikuti orientasi medan yang telah dia lakukan. Beberapa meter sebelum mencapai puncak, dia memilih traverse ke kiri. Hal ini tentunya sangat menyiksa tali. Akan sangat bahaya bila Acil terjatuh sebelum sampai di atas sebab tali menjadi susah untuk ditarik ulur.

Proses ngelead yang cukup lama ini menyebabkan sebagian di antara kami mengantuk. Bahkan sang bellayer terlihat sangat lelah menunggu di bawah. Bila tidak terus menerus diperingatkan untuk siaga, mungkin Harya sudah jatuh tertidur. Salut juga untuk kemampuan si Acil yang bisa bertahan sebegitu lama di tebing apalagi cuaca saat itu yang cukup panas.

Mungkin karena ini adalah pengalaman pertama, maka Acil masih agak kesulitan untuk ngelead. Karena selain lama pada waktu memanjat, ternyata saat membuat pitch pun dia terlihat sangat lama. Hampir mencapai 1 jam waktu yang dibutuhkan oleh Acil untuk ngelead. Bahkan posisi tempat dia membellay sangat tidak masuk akal dan akan sangat menyusahkan pemanjat berikutnya. Maksudnya jalur yang dari awal dia ambil adalah jalur kanan, namun dia membuat pitch untuk orang yang memanjat dari jalur kiri. Namun hal yang cukup menyebalkan adalah si Acil tidak sadar kalau dia sudah kelamaan dan masih terlihat santai-santai padahal tingkahnya itu sangat menyebalkan sekali.

Seharusnya setelah Acil pemanjat berikutnya adalah Harya yang bertugas sebagai cleaner. Namun menurut Pringga sebaiknya saya naik terlebih dahulu menggunakan jummar untuk mengecek pengaman yang telah dibuat Acil. Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya. Perasaan saya menjadi was-was apalagi mengingat kualitas jummar yang dimiliki KAPA sebenarnya sudah tidak layak pakai lagi sebab umur alatnya yang sudah cukup tua.

Akhirnya saya mulai memanjat. Ternyata tidak sesulit yang diperkirakan. Semuanya berjalan lancar dan cepat. Pengaman yang dibuat Acil pun sudah pengaman emas (sangat kuat) semua. Masalah baru timbul pada saat mencapai jalur traverse Acil. Pringga memerintahkan untuk mencopot pengaman lubang tembus di sana agar ketika cleaner memanjat, tali tidak terlalu friksi. Ternyata memanjat traverse di ketinggian sekitar 30 meter lumayan menegangkan juga. Apalagi sampai pada suatu posisi di mana tangan sudah terasa kebas sekali. Namun ketika memikirkan kemungkinan jatuh dan mengingat pengaman saya hanya jummar yang sudah jadul, maka saya optimalkan kemampuan saya dan untungnya berhasil. Syukurlah...

Posisi pitch yang dia bwat akan menyulitkan pemanjat yang lain. Saya akan memanjat menggunakan jummar. Jadi Acil membuat fixrope dan saya naik sedikit demi sedikit menggunakan Jummar. Jummar inilah yang berfungsi sebagai pengaman saya. Jummar yang sudah lumayan tua ini membuat saya ketar ketir juga karena beberapa kali ketika alat ini dipakai suka lepas sendiri dari tali. Agak tegang juga memanjat dengan cara seperti ini, apalagi kondisi fisik yang sudah sangat menurun karena telah sekian lama tidak memanjat. Akhirnya dengan sangat bersusah payah saya akhirnya tiba di Pitch 1.

Sesampainya di pitch 1 saya langsung memerintahkan Acil untuk membongkar lagi pitchnya dan membuat pitch di tempat yang seharusnya. Kegiatan ini memakan waktu yang cukup lama pula. Sambil menunggu Acil membuat pitch, saya langsung mengeluarkan kertas ucapan selamat saya untuk pernikahan teman saya Rahma dan mengambil beberapa gambar di sana. Tujuannya untuk menunjukan permintaan maaf saya karena tidak bisa menghadiri pernikahannya yang jatuh bertepatan dengan acara praops ini.

Selanjutnya adalah giliran Harya naik untuk ngeclean. Saat itu waktu telah menunjukkan pukul 3an. Padahal rencananya pemanjatan hari ini harus selesai sebelum pukul 4. Harya akan naik sambil membawa tali untuk turun juga. Untungnya da tidak terlalu lama memanjat. Dia baru menghadapi sedikit kesulitan saat beberapa meter menjelang pitch 1. Sehingga dia menggunakan bantuan etrier untuk sampai ke atas.

Ternyata dia meninggalkan dua pengaman yang belum dilepas. Sebab keduanya sangat sulit untuk dilepaskan dan selanjutnya akan coba dilepas oleh Danu.Begitu Harya tiba di atas dia langsung saya perintahkan untuk membuat sistem turun. Alasannya karena waktu sudah semakin sore. Nantinya bila ternyata sudah kemalaman untuk turun lewat depan, kami akan mencoba untuk turun melalui jalur belakang.

Pemanjat berikutnya adalah Danu yang juga akan mengclean 2 pengaman tersisa. Ternyata cukup lama juga dia mencoba untuk melepaskan pengaman ini. Saat Danu mulai memanjat, Harya mulai turun ke bawah. Saya baru turun terakhir sebelum Acil untuk memastikan pengaman bagi setiap orang yang turun. Akhirnya Harya tiba di bawah denngan semangat. Cukup lama juga Danu memanjat. Hingga akhirnya dia tiba di atas waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB.  Ternyata masih ada satu pengaman lagi yang belum dilepas. Pengaman ini akan coba dilepaskan oleh Pringga. Setelah beristirahat sebentar, Danu langsung turun ke bawah. Sekarang di atas tinggal Acil dan saya.
Agak lama Pringga mencoba mengambil pengaman yang masih tersangkut. Dari atas kami terus memperingatkan Pringga agar selekas mungkin melepaskan pengamannya. Akhirnya pengaman terakhir yang sangat sulit dilepaskan itu terlepas juga. Saat itu langit sudah sangat gelap. Sehingga sangat riskan bagi kami bila rappeling lewat depan. Apalagi kalau harus tripple rope. Akhirnya kami memutuskan untuk turun lewat belakang.

Segera setelah membereskan peralatan, kami langsung bergegas turun lewat jalur belakang. Tapi ternyata jalur yang saya kira jalur turun SALAH!!!. Alhasil mau ga mau kami harus turun dengan cara rappeling. Bisa dibayangkan rappeling pada jam 7 malam dengan pencahayaan hanya dari sinar HP. Saat itu saya sudah menggerutu saja bawaannya. Tali yang sudah dirapikan harus diulur kembali. Kami pun hanya turun dengan cara single rope mengingat bila ingin turun dengan tripple rope sangat riskan sekali.

Selesai membuat sistem, Acil turun terlebih dahulu. Tinggal saya sendiri di tebing menunggu Acil sampai bawah. Agak seram juga siy apalagi, kelelawar yang hilir mudik tiada henti membuat suasana terasa horor. Di dalam hati saya berjanji ini akan menjadi perjalanan RC terakhir saya di KAPA. Begitu Acil sampai bawah, saya langsung memasang sistem turun secepat mungkin. Rappeling yang saya lakukan terasa lama sekali sampai di bawah. Hingga akhirnya saya pun tiba di bawah dengan selamat.
Untungnya begitu sampai di bawah, ternyata makanan sudah siap. Sebenarnya mau mempermasalahkan hal ini juga sama pringga, tapi ga enak dilihat junior. Malam ini terasa cukup sunyi karena hanya kami saja yang ngecamp di tebing. Karena tim pemanjat dari Bogor telah pulang saat kami sedang memanjat. Selesai makan malam kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan perencanan. Pengennya siy dilanjutkan dengan fortek tapi mengingat kondisi fisik yang terlihat kelelahan yawdah fortek ditunda di lain hari.

Keesokan paginya, kami bangun agak telat. Mungkin karena pengaruh kelelahan memanjat kemaren. Perencanaan memanjat hari ini hanyalah mengambil tali yang menggantung di tebing serta memanjat jalur sport. Pringga akan memanjat dengan bantuan jummar kemudian langsung mengclean pitch dengan tripple rope. Ini juga merupakan pengalaman pertama bagi Pringga.

Di awal-awal pringga memanjat dengan lancarnya hingga akhirnya sampai beberapa meter sebelum pitch 1 dia mengalami kesulitan. Dia mengakalinya dengan memasang sling webbing pada batu tanduk dan memasang etrier. Sungguh sangat cerdas. Akhirnya Pringga berhasil tiba di atas dan mulai mempersiapkan sistem untuk fix rope.

Kemudian Pringga langsung rappeling dan talinya berhasil di bawa turun (syukurlah ga nyangkut). Berikutnya adalah latihan ngelead untuk anak baru yaitu Harya dan Danu. Mereka berdua akan dibellay oleh saya dan Acil. Keduanya pun hanya akan simulasi ngelead hingga 3 runner saja dan langsung climbdown lagi. Dari gaya memanjat keduanya saya melihat bahwa Danu lebih berani dalam mengambil poin sedangkan Harya sudah cukup baik dalam melakukan Balance.

Ketika simulasi bikin pitch, terlihat bahwa Danu agak sedikit kesulitan. Hal ini dikarenakan dia sangat jarang sekali latihan berbedan dengan Harya dan Acil. Cukup lama juga bagi Danu untuk membuat pitch secara dia baru belajar teorinya beberapa saat sebelumnya. Dia harus menjalani private khusus dengan abang Pringga. Tau sendirikan gimana kalo abang Pringga yang ngajarin. Ups ^_^.

Siang harinya semua kegiatan telah selesai dilakukan. Kami langsung packing dan bersiap untuk pulang. Rencananya kami akan menuju tebing Citatah 48 dulu untuk makan di warung mang XXX (lupa namanya...). Karena di sana tuh boleh ngambil sendiri makannya udah gitu enak lagi. Hehehe. Selesai makan kami menunggu bus yang akan mengantarkan kami ke Jakarta. Back to activity lagi. Semangat!!!

13 Februari 2011

Bermain Saham Untuk Pemula

Panduan Investor Pemula
Bermain di pasar saham bisa memberikan keuntungan yang jauh berlipat ganda dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito atau berinvestasi di obligasi. Namun bermain di pasar saham juga bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar. Oleh karenanya sebelum memutuskan untuk bermain saham sangatlah penting untuk mengevaluasi apakah anda adalah seseorang yang bersedia mengambil risiko yang sepadan untuk keuntungan yang sepadan. Risiko yang semakin besar akan menghasilkan keuntungan yang semakin besar.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang anda perlukan sebagai pemula untuk bermain saham.

Rumusan Umum:
1. Anda harus mempunyai keinginan yang cukup besar untuk bermain atau mengetahui cara bermain atau mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di pasar saham. Hal ini harus tertanam dalam diri anda sejak awal, atau jangan pernah bermain saham, sebaiknya beli reksadana saja.

2. Bermainlah dalam jumlah yang cukup kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta mengingat selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi bisa kecil bisa juga besar. Oleh karenanya bermainlah dalam jumlah uang yang kecil, seperti pilot project. Kalau anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan anda bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Ketika menambah jumlah yang diinvestasikan, selalu ingat bahwa uang yang anda tambahkan tersebut bisa habis, jangan hanya mengingat untung yang pernah anda peroleh, tetapi wajib mengingat bahwa investasi anda bisa berkurang bahkan habis. Anda tidak pernah tahu kapan sebuah peristiwa penting yang memberikan dampak negatif terhadap pasar terjadi; tiba-tiba saja bisa terjadi harga-harga anjlok, dan anda tidak sempat keluar dari pasar.

Rumusan Teknis:
1. Lihat arah perekonomian, taksir laju pertumbuhan nasional
Penting untuk mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi, artinya apakah sedang boom, atau depressi atau diantaranya. Kalau ekonomi sedang dalam pertumbuhan yang semakin meningkat, maka itulah saat yang paling tepat berinvestasi. Sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali anda sudah biasa shorting dan punya pengalaman sebagai trader.

2. Pilihan industri dan track recordnya. Pilih industri yang anda familiar dan lebih senangi/sukai. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam dan baca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut. Pilih industri yang punya track record yang baik dalam memberikan keuntungan.

3. Pilihan saham dan track recordnya
Pilih 1 atau 2 saham, jangan lebih, dalam industri point 2 tersebut diatas. Pilih yang mempunyai track record yang baik.

4. Lihat PE
Saham yang Anda pilih tersebut harus yang mempunyai PE terendah dalam industri tersebut. PE adalah ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham. PE pada dasarnya adalah angka relatif. PE 10 bisa disebut murah apabila PE yang lain lebih tinggi. Namun secara umum, sekarang ini PE 10 bisa dikatakan batas murah dan mahal, walaupun ini tidak ada dasar teorinya.

5. Kapitalisasi
Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar. Artinya nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut. Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.

6. Sentimen Pasar
Perhatikan sentimen pasar. Walaupun PE saham kita rendah, dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham kita. Sentimen ini yang paling umum adalah indeks harga saham regional. Sentimen yang kedua, kejadian menarik yang berpengaruh di industri dimana saham kita berada. Misalnya kenaikan harga komoditas tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Sentimen ketiga adalah angka-angka perekonomian secara umum, misalnya angka pemberitaan angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen. 

11 Februari 2011

Gede lagi.. Gede lagi..

Kali ini gw akan menceritakan perjalanan gw pada hari natal yang lalu. Yuph dari tanggal 24-26 Desember 2010 kemarin gw naik gunung Gede bareng teman2 dari PPS BRI. Sebenarnya rencana awalnya adalah ke gunung Pangrango namun dikarenakan salah satu anggota tim yang sakit di tengah jalan maka diputuskan untuk merubah rute ke gunung Gede. Hari itu adalah hari terakhir modul bourse game treasury. Untungnya bourse game hari terakhir berlangsung cukup cepat sehingga saya bisa langsung pulang dan packing bwat berangkat.
Pendakian ini akan menjadi first journey saya setelah diterima bekerja. Setelah dalam perjalanan sebelumnya uang adalah salah satu hal terpenting apakah suatu perjalanan bisa terjadi atau tidak. Sekarang menjadi “Money is Nothing” hehehe. Bahkan kalau biasanya sebelum perjalanan saya selalu membuat rencana keuangan, kali ini tidak lagi. Diakhir perjalanan pun untuk pertama kalinya saya berbelanja cendera mata, sesuatu yang ga pernah saya lakukan sebelumnya. Hehehe.
Sepulang dari Tanah Abang saya langsung packing dan berangkat menuju Puri Casablanca. Setelah terkumpul 9 orang akhirnya kami pun berangkat. Ada hal yang lucu terjadi ketika kami akan turun dari bus, saat itu sudah jam 2 pagi. Karena terkaget-kaget akhirnya kompor yang kami bawa ketinggalan. Padahal itu sudah satu set alat masak lengkap. Alhasil pada keesokan paginya kami harus membeli kompor baru lagi.
Untuk perjalanannya siy sebenarnya biasa2 aja. Karena sudah terlalu sering saya ke sini. Namun satu hal yang pasti, setiap perjalanan itu pasti memiliki keunikannya sendiri. Walaupun sudah 5 kali ke gunung ini, namun selalu dilalui dengan teman perjalanan yang berbeda-beda. Cerita selama perjalanannya pun juga berbeda.
Hal yang cukup berkesan dari perjalanan ini adalah peserta dari perjalanan ini sebagian besar adalah bankir. Hal ini sangatlah tidak biasa. Melihat bankir yang biasanya berpakaian rapi dan klimis harus rela berkotor-kotoran untuk naik gunung. Orang-orang yang berpapasan dengan kami pun teraget-kaget begitu mengetahui kalau kami adalah pegawai bank. Mungkin HRDnya merasa mereka membutuhkan banyak orang untuk ditempatkan di daerah2 terpencil sehingga dibutuhkan orang yang memiliki kemampuan untuk survive. Maka diloloskannyalah anak-anak pecinta alam ini. Hehehe.
Kami juga melakukan summit attack pada malam hari. Hal ini disebabkan kecepatan perjalanan kami yang agak lambat serta adanya anggota tim yang sakit sehingga membuat perjalanan menjadi terasa lama. Perbedaan pendakian malam dan pagi adalah (tx to kaskus):

keuntungan pendakian malam:
- sangat membantu untuk medan gunung yg sangat terbuka sehingga tidak terlalu panas (menghemat energi & air), karena udaranya lebih dingin
- untuk medan yang sangat monoton pendakian membantu karena suasana malam akan memberi kesan yg berbeda ketika siang jadi lebih tidak monoton karena gelap (mendukung scr psikologis)
- jika peserta banyak dan sebagian besar pesertanya pemula dalam pendakian, peserta tidak akan patah semangat karena batas2 /halangan alam tidak begitu terliahat yg biasanya bisa bikin mental drop (mendukung scr psikologis)
- sangat baik untuk pendakian 1 hari satu malam (nanjak malam-turun pagi)

keuntungan pendakian siang:
- sangat cocok untuk medan gunungnya masih banyak pohon lebat, bisa menikmati pemandangan yang bagus apalagi jika medannya berubah2 nuansanya akanmember ikenyamanan
- jalur lebih terlihat.
Ketika dalam perjalanan turun pun kami sempat bertemu dengan dosen FISIP jurusan administrasi niaga. Wow kaget sekali. Bayangkan aja dia naik bareng istri dan seorang anak perempuannya. Luar biasa... Ternyata ketika kuliah dulu dosen ini adalah anggota Wira Makara UI. Gw berharap ketika nanti gw menikah gw memiliki istri yang juga suka bertualang sehingga aku bisa mengajak istri dan anak gw berpetualan bersama.
Selain itu baru pada perjalanan inilah saya merasa fisik saya sudah turun drastis dibandingkan dulu. Ketika perjalanan mendaki siy sebenarnya saya merasa fit sekali. Tapi ketika turun baru pertama kalinya saya berjalan tergopoh-gopoh dan berada PALING BELAKANG!!! Ya paling belakang. Hal ini mungkin disebabkan karena saya hanya makan sedikit saja selama perjalanan. Sebab saya ga terbiasa yang namanya makan dicampur-campur ^_^. Peserta yang lain pun menggunakan sepatu lapangan yang cukup bagus warisan dari SAMAPTA bank mereka. Berbeda dengan saya yang pada saat SAMAPTA hanya diberikan baju 2 buah, verples rusah, ama topi rimba gembel.
Perjalanan ini juga memberikan kepada saya untuk saling berbagi cerita mengenai apa yang saya alami selama training dengan training PPS mereka. Bisa dibilang dalam perjalanan ini saya menjadi mata2 mereka. Selama menjadi mata2 bank tetangga ini ada beberapa hal yang gw pelajari dan juga cukup berbeda dengan apa yang aku alami selama mengikuti training ODP ini. Diantaranya:

1. Fraud
    Kalo di tempat gw, hampir setiap pengajar yang datang selalu menasihati untuk menghindari yang namanya fraud. Terkadang mereka memberikan cerita2 fraud yang justru membuat parno sendiri bahwa kerja di cabang bakal ada banyak kemungkinan terjadinya fraud. Hal ini berbeda dengan di bank tetangga ini. Masalah fraud Cuma dibicarakan pada materi Internal Audit. Selebihnya ga pernah ngomongin fraud tuh. Hal ini juga yang menyebabkan pegawai bank tetangga tersebut sepertinya tidak terlalu peduli masalah fraud.

    2. Low Profile
    Ini pandangan gw pribadi kepada mereka. Sebab menurut gw sifat ini tuh cukup merata di miliki oleh para pegawai bank tetangga ini. Saya ambil contoh dalam 1 hal saja. Biasanya ketika naik gunung dan bertemu pendaki lain kita sering menanyakan maupun memberitahukan identitas kita dari mana. Nah teman2ku dari Bank tetangga yang terkenal merakyat ini biasanya malu2 kucing untuk memberitahukan identitas mereka. Umumnya mereka hanya bilang bahwa mereka adalah pegawai bank tanpa menyebutkan merk tempat mereka bekerja. Berbanding terbalik dengan saya, walaupun di awal2 juga malu2. Tp lama kelamaan ketika ditanyakan berasal dari mana saya akan alngusng bilang bahwa saya merupakan pegawai bank mandiri. Lagi2 ini hanyalah pendapat pribadi dari saya. Hehehe

    3. Loyalty
      Satu hal yang membuat gw sebal selama training ODP ini adalah seringnya para pengajar (biasanya yang muda2) menceritakan betapa mungkinnya bagi mereka untuk pindah ke bank lain. Terutama para pegawai yang bekerja di kantor pusat. Padahal kami adalah anak2 baru yang masih polos dan tidak tahu apa-apa ^_^. Yang baru saja menandatangani offering letter dan loyalitas kepada bank sedang tinggi-tingginya. Hal ini Cuma menjatuhkan motivasi kami saja.
      Berbeda dengan bank tetangga dimana peluang seseorang mengundurkan diri (resign) kurang dari 5%. Itu kalo menurut mereka looh. Walaupun mungkin juga hal ini disebabkan bank2 yang melakukan hijact lebih percaya pada kualitas pegawai lulusan ODP bank kami (sombong bet.. ^_^)

      4. Micro
      Belakangan ini sering terdengar berita bank tetangga tercinta ini mulai melakukan ekspansi kredit ke corporate. Hal ini menjadi sedikit kekhawatiran bagi bank2 yang memang core bisnis kreditnya adalah Corporate (Bank mana lagi coba ^_^). Namun ternyata hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Ketika saya menanyakan hal ini langsung kepada mereka, mereka Cuma bilang bahwa ga mungkin Bank dia merebut pasar bank kami. Sebab mereka sudah dipesankan oleh investornya untuk menyalurkan uang para investor untuk kredit mikro.
      Bila ternyata dikemudian hari dana yang diinvestasikan disalahgunakan untuk kredit corporate maka bisa2 para investor itu akan lari dan mengambil uang merea kembali. Alhasil bank tersebut bisa kolaps.

      5. Tempat tinggal
      Hal terakhir yang sebenarnya paling bikin mupeng kalo ngebandingin bank sendiri dengan bank tetangga ini. Bayangkan aja selama training ini mereka tinggal di Puri Casablanca. Sebuah tempat tinggal mewah dan elit di daerah Casablanca. Udah gitu dapat makan gratis pula. Jadi walaupun gaji awal mereka lebih kecil dari gw, tapi gaji yang mereka terima itu udah bersih sih sih sih sih. Bandingkan dengan gaji gw yang kalo diitung-itung siy bisa-bisa lebih rendah dari mereka.

      6. Penempatan
      Penempatan adalah hal yang paling diwaspadai oleh setiap peserta ODP. Itu kalau di bank kami. Kebanyakan berharap ditempatkan di kantor pusat. Padahal kalau ditempatkan ke daerah pun palingan masih di kota2 besar. Beda dengan bank tetangga yang bisa ditempatkan di desa-desa. Tapi secara nyali untuk ditempatkan di daerah, menurut saya nyali mereka lebih baik. Sebab hampir tidak saya temukan rasa takut dari mereka untuk ditempatkan di daerah manapun. Salut!!!
      Namun satu hal yang patut gw banggakan adalah ternyata selama ini bank tempat gw kerja ini sering banget looh diomongin ama mereka di training. Hehehe. Bahkan mereka tau nama dirutnya siapa serta segala kejadian di bank gw pas tahun 2005an. Target bank gw pun mereka juga tahu. Wow. Padahal kalo gw di tanya siapa nama dirut mereka mana gw tahu. Hehehe.., Jadi ge er sendiri. Walaupun sudah 5 kali ke gunung ini namun bila ditanyakan ke saya apakah saya ridak akan ke sini lagi. Saya bisa bilang tidak. Saya pasti ke sini lagi. Karena masih ada utang yang belum saya bayar di sini. Yaitu mendaki gunung Pangrango dan menyusuri lembah Mandalawangi.

      10 Februari 2011

      Officer Development Program Bank Mandiri angkatan 74






      Kiri ke kanan
      Atas: Prima (Ketua kelas), Ferdy, Bayu, Faiq, Gw, Didit, Raja, Titus
      Tengah: Rayi, Randy, Zaki, Adi, Daniel, Kemal, Rizky, Yosep, Ketut
      Bawah: Sari, Ninda, Dhani, Mian, Citra, Sari, Putu, Irma, Cindy, Ratih, Fani

      Akhirnya masa-masa training selama 3 bulan lebih sedikit ini selesai juga. 4 bulan bersama di kelas mulai dari hari senin ampe sabtu mulai dari jam 7.30 sampai 16.30. Benar-benar momen yang ga akan bisa terlupakan. Banyak hal yang menyenangkan kita alami bersama walaupun lebih banyak hal menjengkelkannya juga. Tapi seperti yang Pak Bowo (salah satu pengajar killer) bilang "orang munafik adalah orang yang bermanis-manis di depan tapi kemudian berkata buruk di belakang". I dont want to be that kind of person. So yang akan kita ingat selalu hanyalah hal yang menyenangkan saja.
      Banyak banget hal2 menyenangkan selama 4 bulan ini. Sebenarnya gw ga terlalu suka acara2 kayak gini. Wasting time and money banget. Tapi seperti yang abang Raja bilang, "Kalo misalnya ntar lu jadi pengajar ODP, apa yang mau lu bilang ke mereka tentang apa aja yang udah lu lakuin selama training ODP?"
      Dimulai dari acara makan2 yang dikarenakan ego gw sendiri jadinya gw ga ikut. Dimulailah berbagai petualangan kami. Mulai dari karaokean gila-gilaan lalu maen futsal. hampir setiap minggu selalu main futsal. Serta nongkrongin anak2 BTN serasa bos yang lagi nyeleksi calon istri. hehehe
      Apalagi training yang kami lakukan banyak yang bertujuan untuk mempererat pertemanan kami. sebut aja SAMAPTA the best modul ever. Saat pertama kalinya bertemu dan berkenalan dengan si Dia ^_^.
      ODP 74!!!! YES WE CAN!!!

      TIPCE

      Dalam rangka mewujudkan Good Corporate Governance, Bank mandiri memiliki 5 prinsip kerja dan 10 budaya perilaku yaitu:

      5 Prinsip kerja Bank mandiri yaitu:
      1. TRUST
      2. INTEGRITY
      3. PROFESIONALISME
      4. CUSTOMER FOCUS
      5. EXCELLENT

      10 budaya perilaku Bank Mandiri yaitu:
      1. Saling menghargai dan bekerja sama
      2. Jujur, tulus, dan terbuka
      3. Disiplin dan konsisten
      4. Berpikir, berkata, dan bertindak terpuji
      5. Kompeten dan bertanggung jawab
      6. Memberikan solusi dan hasil terbaik
      7. Inovatif, proaktif, dan cepat tanggap
      8. Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan
      9.Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus
      10. Peduli lingkungan

      Nilai-nilai inilah yang harus dimiliki oleh setiap pegawai Bank Mandiri di manapun. Hal ini dibuktikan dengan predikat Bank Mandiri sebagai best Service Excelent selama 3 tahun berturut-turut. bisnis Bank adalah bisnis kepercayaan. Bagaimana kita bisa dipercaya nasabah bila kita tidak memiliki sikap TIPCE di atas. Kepercayaan dari nasabah inilah yang harus kita jaga sebaik mungkin. Sebab ambat laun kepercayaan ini akan menumbuhkan loyalitas dari nasabah. Bila nasabah sudah cukup loyal kepada bank, maka produk apapun yang kita tawarkan akan diterima oleh asabah.
      Sayangnya dalam pelaksanaannya di lapangan, terkadang hal-hal sepele seperti ini luput dari perhatian demi mengejar target. Sehingga kita harus menjaga diri kita tetap memegang nilai-nilai ini. Baik itu dengan melakukan morning breafing setiap awal hari serta coaching untuk setiap pegawai yang dirasa membutuhkan coaching.Bos yang baik pun harus melaksanakan briefing maupun coaching bukan sebagai formalitas belaka.

      On The Job Training

      Gw kedapatan melaksanakan on the job training di area Supomo. Sebenarnya ada 5 orang yang juga sama dengan saya yaitu Raja, Kemal, Zaki, Ana, dan Fani. Kami hanya sebentar bersama-sama, sebab kami dipisah lagi ke 3 cabang. Gw sendiri kebagian cabang Casabanca bareng Raja. Awalnya gw kira cabang ini merupakan cabang yang terletak di depan semabel. Eh ternyata lokasinya berada dekat dengan Puri Casablanca. Wah bakal asyik niy bisa nginep di tempat Ujang. Tapi apa dinyana nasib berkata lain. Ternyata Ujang pada saat bersamaan juga akan melaksanakan On The Job Training ke Bandung pula. Sehingga gw pun harus bersiap pulang pergi lagi.
      Cabangnya siy lumayan bagus secara dulunya merupakan kantor area. Tapi customernya sepiiiiiiii banget. Wajar aja kalo cabangnya di "degradasi" ke kelas 2. Kerjaan gw sebenarnya apa siy??
      GEJE alias Ga Jelas. Emang cuma disuru kasi tugas bwat mengamati doang siy. Tapi mengamati cabang yang sepi selama 15 hari!!! "What the hell LCG thing about??"
      Ketika kami tiba kepala cabangnya sedang mengobrol dengan pegawai prioritas. Setelah menunggu kurang lebih 2 jam akhirnya kami bertemu dengan kepala cabangnya. Dan tahukah kamu!!! Tahukah kamu!!! baru juga sebentar ngobrol ama kepala cabangnya udah disuru jualan produk SUKUK. What??!!
      Gw cuma bisa bilang mati gw. Secara jadi marketing adalah hal terakhir yang gw mau di dunia ini. Shit maaannnnnn... yawdah walaupun pada akhirnya nanti gw ga bisa jualan ke orang2 minimal gw udah menjual produk ke diri gw sendiri. Lumayan nambah pendapatan bwat cabang ini. hehehe

      08 Februari 2011

      Resolusi 2011


      Di tahun 2011 ini ada beberapa resolusi yang ingin gw capai yaitu
      1. Beli emas 
      Yup bwat investasi, emas itu termasuk investasi low risk high return. Kawrena harga emas yang selalu naik. Gw pengen mulai beli emas di tahun ini sekaligus belajar cara “beternak emas”. Belinya siy gampang secara temen gw ada yang kerja di Antam. Sayangnya harga emas ga murah ^_^. Harus banyak2 nabung niy mulai sekarang.

      2. Punya reksadana
      Yang satu ini agak njelimet karena gw benar2 buta mengenai yang satu ini. Tapi kalo dengar cerita dari teman siy, returnya bisa nyampe 40% pertahun. WOW. Jadinya harus belajar investasi!!!

      3. Bikin deposito
      Kenapa deposito?? Karena bunganya paling gede kalo dibandingin dengan tabungan. Low riks lagi. Tapi sayangnya bunga deposito di bank sendiri ga terlalu besar. Jadinya harus ‘selingkuh’ deh sambil windows shopping ke bank yang nawarin bunga lebih gede.
      Sebenarnya investasi di deposito itu kurang menarik. Kalo mau investasi dengan menghasilkan keuntungan yang lebih besar ya main saham atau reksadana. Tapi bwat orang Indonesia siy dengan punya deposito udah bisa meningkatkan pride dari seseorang. Sehingga merupakan modal awal kalo ingin ketemu calon mertua. Hehehe

      3. Archieve 100 posting
      Di tahun 2011 ini gw berharap bisa posting di blog gw minimal 100 blog. Sebenarnya ada tujuannya juga siy. Gw berharap dengan terus rajin menulis gw bakal bisa belajar mencurahkan apa yang ada di otak gw. Sebagai langkah awal aja. Sehingga sedikit demi sedikit gw bisa mengupgrade ga hanya di tulis tapi juga mengkomunikasikan pemikiran gw melalui berbicara. Yup calon CSO (Customer Service Officer) yang baik gitu looh masa ngomong aja susah.

      4. Punya pacar
      Ditaruh paling terakhir biar kesannya ga penting ^_^. Padahal nin merupakan salah satu resolusi terpenting tahun ini. Sebelum gw dibuang ke daerah Papua, Maluku, dan kawan-kawannya gw dah harus dapet cewe. Daripada harus nyari cewe di daerah tersebut.

      03 Februari 2011

      LESTARI (Tamasya Band)

      Aku ingin kita saling mengingat
      Aku ingin kita ada kenangan manis
      Aku ingin nantinya kita saling merindukan
      Aku ingin yang kita semua saling menginginkan


      Persahabatan
      Dibawah atap yang sama
      Melangkah dengan langkah indah

      Reff :
      Kuingin ada yang bernyanyi
      Bila baladaku malu bernyanyi
      Kuingin ada yang menari
      Bersama gemulai indah lestari

      Lestari
      Siapakah kau sebenarnya
      Lestari
      Ataukah hanya sebuah kata
      Lestari
      Jika benar kau sarat makna
      Lestari
      Nggak mungkin hanya di salam saja


      Mungkin ga banyak yang tau lagu ini. Tapi menurut gw liriknya lumayan bagus. Cocok banget bwat dinyanyiin saat mengenang persahabatan. Walaupun sepertinya tujuan lagu ini diciptakan bwat acara diksar anak pecinta alam. Saat mendengar lagu ini gw jadi teringat masa-masa gw menjadi anak PA baik itu di SMA maupun di kampus.