25 Februari 2020

Mengurangi Accident dengan Penerapan 5R, Bisakah?

Accident adalah kejadian dimana timbulnya kerugian bagi perusahaan disebabkan pelanggaran instruksi kerja yang mengakibatkan terjadinya kerusakan peralatan atau injury. Setiap seksi di Inalum ditargetkan untuk mencapai zero accident setiap saat. Termasuk di pabrik reduksi. Sayangnya di tahun 2019 angka accident di pabrik reduksi mengalami kenaikan.

Kenaikan ini tidak serta merta disebabkan karena kurangnya kontrol namun karena suatu upaya untuk lebih terbuka terhadap segala hal yang berpotensi merupakan accident untuk disampaikan dengan jujur melalui metode investigasi yang melibatkan SSE. Bahkan untuk hal-hal kecil namun ada potensi pelanggaran WI di situ tetap dilaporkan juga. Harapannya adalah adanya rasa kewaspadaan yang lebih tinggi dari setiap personil bahwa tidak ada lagi upaya menutup-nutupi bila ada kesalahan serta untuk meningkatkan kejujuran dari personil di lapangan.

Dengan masih tingginya frekuensi accident di pabrik reduksi maka sebelum kita bicara muluk-muluk untuk sampai ke zero accident tentu alangkah lebih masuk akal kita melihat potensi untuk mengurangi frekuensi terjadinya accident terlebih dahulu dari tahun sebelumnya yang  mencapai 9 kali. Kenapa kita harus mengurangi bukan melakukan pencegahan terhadap terjadinya accident? Sebab harus kita akui hingga saat ini pekerjaan rumah kita baik sebagai perusahaan maupun seksi terkait sumber daya manusia dan peralatan masih cukup banyak. Target untuk mengurangi jumlah accident dari tahun sebelumnya dibandingkan langsung mencanangkan zero accident terlihat lebih realistis.

Jadi apakah dengan penerapan 5R frekuensi accident ini dapat berkurang. Penulis mengambil contoh beberapa kejadian yang terjadi di beberapa tahun ke belakang ternyata ada beberapa accident yang terjadi berkaitan dengan ketidaksesuaian peletakan alat maupun lingkungan kerja yang tidak rapi. Peletakan alat yang tidak sesuai tempatnya serta kebersihan yang tidak dijaga secara konsisten yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menjadi penyebab timbulnya accident.

Salah satu manfaat dari penerapan 5R adalah meningkatkan kenyamanan dari lingkungan kerja. Lingkungan kerja akan selalu terjaga kebersihannya dan menjadi enak dipandang. Hal ini secara tidak langsung bisa berdampak pada kualitas kerja yang dihasilkan. Contohnya pekerjaan anode changing yang membutuhkan tenaga ekstra agar pot tidak noise dan tetap stabil setelah di anode changing. Sehingga voltase dari pot tidak mengalami kenaikan. Dengan pikiran yang lebih positif dari pegawai yang melaksanakan anode changing tentu hal ini lebih mudah tercapai. Hal ini juga membuat pegawai menjadi tidak terburu-buru dalam melakukan pekerjaannya.

Pengertian dari 5R adalah suatu cara untuk mengatur/mengelola tempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara berkelanjutan. Penerapan 5R bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas di tempat kerja. 5R terdiri dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa ada beberapa accident yang terjadi disebabkan tidak teraplikasinya 5R dengan baik. Apabila pada saat itu pegawai misalnya membersihkan kaca yang berdebu ataupun meletakkan peralatan sudah pada tempatnya tentu accident tersebut (pada saat itu) bisa dihindari. Hal terpenting adalah bagaimana ke depannya accident ini menjadi pelajaran yang sangat mahal, disosialisasikan ke semua anggota dan yang terpenting jangan sampai terulang kembali.

Semua konsep yang telah diterapkan terkait 5R harus tetap dijaga. Untuk membantu agar penerapan 5R di pabrik reduksi dapat konsisten dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Kontrol ketat
Tanpa adanya supervisi yang ketat terkait penerapan 5R dilapangan tentu pelaksanaannya tidak akan maksimal. Perlu ada contoh perilaku yang diturunkan dari atas secara berjenjang untuk semua level agar budaya 5R ini bisa mendarah daging. Bila hal ini sudah dilakukan tentu di kemudian hari tanpa diperintah pun perilaku 5R tetap dilakukan karena sudah menjadi suatu kebiasaan. Kondisi saat ini dimana banyak pegawai baru yang masih muda tentu masih diperlukan kontrol yang sangat ketat.
2. Ada modifikasi
Tentunya berbeda antara penerapan 5R untuk pegawai di bagian administrasi dengan pegawai di lapangan. Akan lebih berat untuk menerapkan hal ini ke pegawai di lapangan. Sebab terkadang dalam kondisi yang sudah lelah dan panas ketika bekerja di pabrik reduksi tentu godaan untuk sesegera mungkin kembali ke stasiun jadi tinggi. Padahal kita belum mengembalikan alat ke tempatnya contohnya.
Modifikasi yang dimaksud adalah cara pendekatan yang dilakukan. Penerapan 5R harus difokuskan satu demi satu secara bertahap. Misalnya minggu ini difokuskan tentang bagaimana setiap selesai bekerja harus dipastikan alat-alat dikembalikan ke tempat semula. Itu yang terus dikejar selama seminggu baik itu melalui sosialisasi langsung ataupun dengan pamflet.
Kemudian bila dirasa sudah berjalan cukup efektif bisa berlanjut ke kerapihan tempat kerja seperti stasiun atau ruang parkir kendaraan dan lain sebagainya. Penerapan 5R secara bertahap ini akan lebih efektif dibandingkan bila langsung diarahkan ke semua hal harus menerapkan 5R. Hal ini malah membuat program ini tidak berjalan dengan efektif.
Kemudian perlu diadakan kompetisi dan pemberian reward misalnya terhadap personil yang pot tanggung jawabnya paling bersih. Hal ini akan memacu pegawai untuk meningkatkan standar kebersihannya karena mereka tahu bahwa pot tanggung jawab mereka masing-masing akan dinilai. 
3. Pencatatan setiap abnormality
Abnormality adalah keadaan di mana ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan/tatanannya. Abnormality bisa berupa pelanggaran prosedur, kerapihan dan kebersihan ataupun kondisi peralatan yang tidak sebagaimana mestinya. Selama ini telah dilakukan pencatatan abnormality yang ada di lapangan di form abnormality.
Setiap staf harus melaporkan (sudah pasti ada abnormality) setiap shift. Hal ini penting sebab apabila ada sesuatu yang tidak benar dan kita biarkan begitu saja lama-lama pola pikir kita juga akan terbentuk bahwa hal ini adalah hal biasa. Bila keabnormalan ini sudah dianggap biasa tentu akan menjadi suatu yang membahayakan di kemudian harinya.
Sikap acuh tak acuh inilah yang coba dikurangi dengan instruksi mengisi form abnormality ini. Data ini kemudian akan direkap dan diparetokan kira-kira apa masalah terbesar yang ada di lapangan. Apabila masalah utama bisa diselesaikan kita bisa fokus ke hal-hal lain lagi dan begitu seterusnya

Inalum pernah dipegang Jepang. Pada masa itu Inalum terkenal akan disiplin atas berbagai hal termasuk dalam hal kerapihan dalam bekerja. Tidak ada salahnya kita kembali belajar dari masa lalu. Membangun budaya 5R memang tidak semudah yang dibayangkan, oleh karena itu peranan level Top manajemen sangat penting untuk memberikan contoh dan menjadi panutan dalam membangun budaya 5R di perusahaan.

Perlu kita sadari bahwa dengan digalakkannya kembali budaya 5R tidak serta merta zero accident dapat tercapai. Akan tetapi penerapan budaya 5R merupakan awal dari hal-hal besar lain yang bisa dicapai. Salah satunya adalah mengurangi frekuensi accident yang disebabkan kondisi yang kurang rapi atau tidak bersih.

Stasiunku Istanaku


Mungkin kita pernah mendengar sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa rumahku adalah istanaku. Hal ini ada benarnya terutama jika di dalam sebuah rumah tersebut tinggal sebuah keluarga berisikan orang-orang yang saling mengasihi dan menjaga satu sama lain. Setiap orang selalu ingin membuat rumahnya seindah dan senyaman mungkin bahkan dengan biaya yang tidak sedikit karena mereka menganggap rumahnya adalah istananya. Bahkan ada kalanya kita bisa terusik bila ada orang yang berbuat ricuh, onar atau bahkan mengotori rumah kita.

Setiap stasiun yang ada di pabrik reduksi juga bisa kita ibaratkan sebagai sebuah rumah. Pegawai yang bekerja di pot operasi bisa menghabiskan waktu yang cukup lama di sana. Stasiun digunakan sebagai tempat untuk meeting, mengatur pekerjaan, beristirahat, berseloroh, maupun untuk bertukar pikiran Untuk pegawai dayshift setiap hari kerja pasti akan mengunjungi stasiun. Sedangkan untuk pegawai shift di tiap tim tentu akan lebih lama lagi menggunakan stasiun. Terkadang di pagi hari, sore hari, atau bahkan malam hari tergantung shiftnya bekerja. Apalagi untuk pegawai senior yang waktu kerjanya sekitar 10-20 tahun tentu lebih memiliki ikatan yang kuat dengan stasiun tempatnya bekerja masing-masing.

Sebuah stasiun bisa berubah menjadi tempat yang sangat menyenangkan ataupun malah menjadi tempat yang tidak disukai bagi penghuninya tergantung oleh suasana yang ada di dalam stasiun tersebut. Selain karena pengaruh individu penghuni stasiun, juga berhubungan dengan pencahayaan, dekorasi, ataupun barang-barang yang membuat kita nyaman di stasiun seperti halnya kita nyaman di rumah kita sendiri. Stasiun yang rapi dan bersih membuat pikiran kita menjadi tenang terutama sehabis dari lapangan di pabrik reduksi yang kondisinya memang cukup panas.

Namun apabila kondisi stasiun tidak rapi mulai dari pakaian yang diletakkan sembarangan di kursi, lantai yang kotor, dapur yang bau, serta dekorasi yang tidak sedap dipandang tentu malah membuat kita akan semakin suntuk. Justru akan timbul ketidaknyamanan yang dirasakan sehingga waktu istirahat yang ada menjadi tidak maksimal dan berujung pada hilangnya konsentrasi saat bekerja. Bila hal ini terjadi kemungkinan terjadinya accident pun cukup besar.

Di pot operasi sudah mulai digalakkan kegiatan merapikan stasiun. Kegiatan ini berupa mendekorasi ruangan yang ada di stasiun mulai dari ruang stasiun, ruang rokok, ruang loker, dan beberapa stasiun juga mendekorasi musholla. Ternyata antusiasme dari para pegawai cukup besar terkait hal itu. Bakat-bakat beberapa pegawai yang suka desain pun tersalurkan. Semua stasiun mendekorasi secara kreatif dan imajinatif seakan membuat istana mereka masing-masing walaupun harus menggunakan dana patungan masing-masing personil di tiap stasiun. Namun mereka melakukannya secara sukarela dan penuh semangat. Hal ini sesuai dengan tema acara perlombaan yaitu dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Hasilnya semua stasiun pun terlihat sangat indah dan berwarna warni.

Ruang stasiun yang telah didekorasi membuat stasiun menjadi tempat yang enak untuk dipandang. Suasana meeting di ruangan menjadi lebih semarak. Pembagian kerja pun bisa menjadi lebih terarah. Di ‘istana’ yang baru ini, diskusi yang mengalir diharapkan bisa tercipta dan ide-ide inovasi baru pun bisa dikumpulkan. Sehingga kualitas kerja yang dihasilkan nantinya bisa lebih maksimal.
Untuk pekerjaan di pot operasi kualitas kerja yang optimal sangat diperlukan. Kondisi peralatan yang ada saat ini dimana untuk pekerjaan anode changing contohnya masih mengandalkan tenaga manusia tentu kualitas pekerjaannya bergantung pada pegawai yang menjadi crane man dan helper saat anode changing. Bagaimana pengeluaran keraknya, setting anodanya, perapihan setelah selesai anode changing masih memerlukan tenaga dan kejelian yang ekstra. Pikiran yang positif dari pegawai terutama yang melakukan pekerjaan anode changing tentu dapat memberikan dampat yang positif terhadap hasil kerja yang dihasilkan.

Begitupun dengan kegiatan mempercantik ruang rokok. Perlu kita sadari saat ini hampir separuh dari pegawai masih merokok. Ruang rokok yang juga dipercantik turut membantu untuk menyegarkan kembali pikiran pegawai yang baru kembali dari lapangan. Ditambah saat ini diperbolehkan menyalakan musik dari radio di ruang rokok tentu dapat menjaga motivasi pegawai dalam bekerja. Bila pegawai sudah merasa nyaman bekerja tentu enggagement pun dapat meningkat. Meskipun juga tidak dibenarkan apabila berlama-lama menghabiskan waktu di ruang rokok.

Beberapa stasiun turut mengecat ulang ruang musholla dan ruang loker berdasarkan selera masing-masing. Karpet di ruang mushola juga diganti dengan yang baru. Tujuannya adalah agar dapat lebih khusuk lagi dalam beribadah sehingga terdapat keseimbangan antara dunia dan akhirat. Ruang loker yang telah dicat ulang juga membuat pegawai merasa senang dengan suasana baru yang mereka buat.
Selanjutnya adalah bagaimana menjaga apa yang sudah dibuat. Tentu hal ini menjadi lebih sulit untuk dilakukan sebab perlu konsistensi yang tinggi dari semua personil di tiap tim yang ada di stasiun. Sebab apabila ada satu oknum saja yang berbuat tidak baik dapat mengganggu apa yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Beberapa contoh perilaku menyimpang yang masih ditemukan adalah:

  • Ruang stasiun yang sudah cantik, tapi peletakan buku ataupun koran masih sembarangan. 
  • Kemudian peletakan baju dari lapangan yang ditaruh begitu saja di kursi tidak langsung dijemur. 
  • Di ruang rokok sampah cemilan tidak dibuang ke tempat sampah ataupun rokok bekas yang dilemparkan melalui jendela sehingga terkumpul di teras stasiun. 
  • Ruang loker yang sudah diperindah tapi peletakan sepatu masih tidak rapi/tidak diletakkan di rak sepatu. Tentu akan merusak pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.

Setiap stasiun digunakan oleh 4 tim yang bekerja dimana masing-masing tim terdiri dai 10 orang. Sehingga total keempat puluh orang inilah yang secara bergantian menggunakan ruang ‘istana’ ini. Tugas para pimpinanlah untuk mengontrol dan mengawasi agar tidak ada perilaku yang menyimpang dari setiap personil di stasiun tersebut. Hal ini sebenarnya tidaklah sulit karena para pegawai ini hanya perlu diingatkan saja sebab dekorasi yang ada sebenarnya buatan mereka sendiri yang tentu sangat disayangkan bila rusak akibat perbuatan sendiri. Jangan sampai malah terjadi pembiaran terhadap kegiatan menyimpang ini karena apabila satu perilaku menyimpang sudah dibiarkan sangat mungkin kawan yang lain akan ikut melakukan penyimpangan yang sama. Sehingga tujuan awal yang sudah disepakati bersama menjadi tidak tercapai.

Bila stasiun sudah bersih dan rapi tentu pegawai akan merasa nyaman dalam bekerja. Tidak ada di dalam pikirannya untuk ingin cepat-cepat pulang karena dia sudah merasa nyaman di ‘istananya’. Bahkan pada tahapan yang lebih tinggi ada rasa memiliki dengan ikut menjaga kebersihan dan kerapihan stasiun dari setiap personil yang ada di stasiun. Apabila ada pegawai lain yang tidak rapi dia tidak segan-segan untuk menegur tanpa harus stafnya yang menegur. Sehingga impian untuk terbentuknya mindset ‘stasiunku istanaku’ bisa tercapai.

23 Februari 2019

Lomba lari di tahun 2019

Daftar lomba lari yang saya ikuti di tahun 2019 ini:
1. Air Force Run sejauh 15 km
2. Sibayak altitude Run sejauh 21 km namun gagal finis karena kelelahan jadi saya mengambil jarak 11 km. hal ini membuat saya tidak mendapatkan medali
3. Deli Serdang 10k sejauh 10 km
4. Medan 10k sejauh 10 km
5. Samosir ultra marathon sejauh 25 km
6. Bukit barisan 10k sejauh 10 km

21 Februari 2019

Sinergi ICMESH dengan Budaya Disiplin di Pot Operasi

Inalum berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan hidup dalam setiap aktivitasnya. Salah satu wujud nyata perusahaan terkait keselamatan dan kesehatan kerja adalah dengan mengimplementasikan ICMESH. Terlaksananya ICMESH ini akan bergantung kepada kepatuhan setiap individu (perusahaan dan kontraktor) terhadap Pedoman yang ada.

Kata-kata kepatuhan di atas perlu digarisbawahi dan mendapat perhatian serius dari kita bersama. Cara membentuk kepatuhan adalah dengan memberikan ketentuan/peraturan yang tegas dan mengikat yang mengatur mulai dari awal sebelum pelaksanaan pekerjaan, saat pelaksanaan pekerjaan, hingga pemberian reward atau punishment sebagai hasil akhirnya. Apabila hal ini dapat diterapkan, target untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja dapat dihindari.

Tahapan berikutnya adalah bagaimana kepatuhan ini dapat menjadi suatu budaya yang tidak hanya bersifat administratif saja namun juga mengakar baik untuk insan inalum maupun kontraktor yang bekerja. Agar budaya kepatuhan ini terjadi diperlukan perubahan mindset secara drastis dari setiap individu yang ada di dalamnya. Artinya ada kesadaran langsung dari setiap individu mengenai keharusan untuk patuh tanpa diperintah/tanpa ada paksaan.

Untuk menjadikan kepatuhan ini dapat menjadi budaya bagi kontraktor, maka perlu dilakukan gerakan penegakan disiplin yang dapat disisipkan pada ICMESH. Contoh yang dapat diambil adalah gerakan penegakan disiplin sederhana yang dilakukan di pot operasi beberapa bulan terakhir ini yang meliputi: 
  1.  Melakukan pengumpulan handphone sebelum memulai pekerjaan 
  2. Selalu berpakaian rapi selama bekerja.
Saat ini telah disediakan loker khusus untuk meletakkan dan mengumpulkan handphone bagi karyawan. Jadi setiap awal shift masing-masing tim mengumpulkan handphone dan dapat diambil kembali di akhir shift. Sedangkan untuk berpakaian rapi meliputi kebijakan tidak mengeluarkan baju selama bekerja. Bila ingin beristirahat minimal karyawan tetap menggunakan kaos (dilarang bertelanjang dada). Sanksi yang diberikan pun cukup tegas bagi para pelanggar yang bisa berupa surat peringatan dari seksi maupun yang  lebih berat lagi. Terbukti begitu pertama kali peraturan ini diberlakukan, sejumlah operator yang masih mencoba melanggar harus dijatuhi sanksi tanpa pandang bulu.

Agar peraturan ini dapat berjalan dan terimplementasi dengan baik maka dilakukan kontrol rutin secara ketat mulai dari patrol pagi (beberapa staf shift 2 berangkat jam 6 untuk melakukan patrol terhadap tim yang di shift 1), inspeksi mendadak, laporan progress pengumpulan handphone di tiap shift (di mana bila ada stasiun yang tidak mengumpulkan handphone akan dilakukan inspeksi mendadak ke loker stasiun tersebut).

Pada awalnya hal ini berat untuk dilakukan mengingat sudah sebegitu bergantungnya kita terhadap pemakaian handphone. Sudah menjadi kebiasaan bagi beberapa orang saat sedang beristirahat malah digunakan untuk bermain handphone. Apalagi untuk generasi milenial yang saat ini seiring dengan mewabahnya game online seperti mobile legends. Banyak sanggahan dan juga kritikan dari banyak pihak yang menganggap peraturan ini terlalu berat dan kejam.
Seiring berjalannya waktu, lambat laut para karyawan bisa mengerti dan mematuhi peraturan ini. Para karyawan sadar bahwa peraturan yang diterapkan bertujuan baik bagi perusahaan. Selain itu, larangan ini juga tetap memberikan toleransi dimana bila ada karyawan yang perlu menggunakan handphone untuk menghubungi keluarga karena satu dan lain hal bisa tetap menggunakan handphone (diambil di loker handphone) dan setelah menggunakannya dikembalikan lagi loker handphone. Selain itu juga telah diinformasikan nomor telepon koordinator shift sehingga bila ada kepentingan bisa menghubungi nomor tersebut.

Peraturan larangan menggunakan handphone saat bekerja sebenarnya tidak serta merta keluar begitu saja. Hal ini dilatarbelakangi pengalaman buruk yang terjadi beberapa tahun lalu saat terjadinya insiden tertabraknya crane karena penyebab sepele yaitu operator menggunakan handphone saat bekerja. Pengalaman pahit yang merugikan perusahaan inilah yang sepatutnya sangat disesalkan dan tidak boleh terjadi lagi.

Sedangkan peraturan berpakaian rapi sebenarnya terkesan sepele, namun ternyata di lapangan butuh usaha keras juga untuk mengubah mindset karyawan. Hal ini disebabkan mengeluarkan baju seragam seperti sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian karyawan. Apalagi untuk karyawan baru yang dari dia pertama masuk sudah mencontoh kebiasaan buruk seniornya.

Padahal penerapan berpakaian rapi saat bekerja sebenarnya bukanlah hal baru bagi karyawan Inalum terutama bagi para karyawan senior. Sebab saat Inalum masih berada di bawah kepemilikan Jepang, berpakaian rapi merupakan suatu keharusan bagi setiap karyawan. Sayangnya budaya disiplin ini mulai luntur dalam beberapa tahun terakhir ini. Apa salahnya kalau kita coba kembalikan lagi hal tersebut (berpakaian rapi saat bekerja) karena kita semua tahu bahwa itu adalah hal yang baik. Peraturan ini juga berlaku untuk karyawan luar yang mengadakan meeting di ruang kantor pot operasi. Peraturan ini juga tidak pandang bulu untuk semua lapisan karyawan baik atasan maupun bawahan.

Pembentukan budaya melalui peraturan disiplin yang ketat sebenarnya sudah mulai dilakukan di tahun 2018.  Saat itu safety promotor semua seksi yang bekerja di pot operasi sepakat untuk memberlakukan hukuman berupa tilang bagi kendaraan yang tidak berhenti di tanda stop di pot operasi termasuk untuk kendaraan kontraktor yang bertugas di pot operasi. Setiap kendaraan yang tidak berhenti di tanda stop dikenakan tilang sebesar Rp. 100.000.

Peraturan ini pada awalnya terlihat sangat berat untuk dijalankan karena melanggar peraturan tidak berhenti di tanda stop seperti sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Hal ini efektif mengurangi jumlah temuan pelanggar peraturan kendaraan yang tidak berhenti di tanda stop. Meskipun masih ada pelanggar terhadap peraturan tersebut namun hanya terbatas kepada oknum-oknum tertentu saja saja. Dimana yang masih melanggar kebanyakan kendaraan operasional Inalum. Justru tidak ada temuan pelanggaran peraturan dari kontraktor sepanjang tahun 2018.

Agar peraturan ini dapat berjalan yang perlu dilakukan adalah memberlakukan kontrol yang ketat melalui patrol dan sidak serta melakukan rebranding (mengingatkan terus) peraturan tersebut di sebanyak mungkin kesempatan. Tujuannya adalah terjadinya perubahan mindset dari karyawan yang selanjutnya terbentuk budaya disiplin yang diharapkan. Budaya disiplin yang mengakar kemudian dapat berkembang menjadi budaya disiplin dalam bekerja termasuk disiplin dalam mematuhi WI.

Pertanyaannya adalah setelah karyawan Inalum sudah disiplin apakah kontraktor yang bekerja tidak dapat menerapkan hal yang sama juga. Masih dijumpai kontraktor yang bekerja menggunakan handphone di lokasi pot operasi. Apalagi yang mengeluarkan baju saat bekerja masih sangat banyak. Namun kontraktor ini tidak bisa ditegur karena tidak ada peraturan yang mendasarinya. Apabila poin-poin terkait disiplin juga dimasukkan ke dalam ICMESH tentu dapat menjadi landasan untuk menegur kontraktor yang tidak disiplin.

Kedua poin penegakan disiplin ini dapat disisipkan pada evaluasi tahap pelaksanaan kerjaan yang dimonitor oleh personil di pot operasi. Tentunya bila dua poin sederhana ini bisa diimplementasikan dengan baik oleh semua kontraktor tentunya hal-hal besar terkait kepatuhan terhadap peraturan dan menjaga safety turut terjaga dengan baik.

Harapannya dengan menambahkan poin-poin terkait kedisiplinan dan kepatuhan (larangan menggunakan handphone serta selalu berpakaian rapi saat berada di pot operasi) di ICMESH dapat berdampak dari perubahan mindset kontraktor dan terbentuknya budaya disiplin yang bermuara pada tercapainya tujuan pembuatan ICMESH yaitu dapat menghindari atau meminimalisir terjadinya risiko cedera, kerusakan, kehilangan aset, serta pencemaran lingkungan. Mimpi besarnya adalah budaya disiplin ini tidak hanya untuk individu yang berhubungan dengan pot operasi saja, namun juga di semua lingkungan perusahaan Inalum. Selanjutnya Inalum selaku holding industri pertambangan dapat menjadi barometer penegakan budaya disiplin bagi perusahaan lain.

02 Januari 2019

Resolusi 2019

  1. Memiliki aset Rp. 690.000.000
  2. Menjadi junior manager
  3. Mengikuti samosir ultra marathon
  4. Mengunjungi 5 tempat baru

Marsada Band - Horas Samosir Najogi

Tung soadong do martudosan ho
Disandok sude partibi on
Ima luat samosir najogi
Huta ni oppung i si raja batak i

##
Siani do haroroan ni
Bangso batak bangso hi
Bangso batak naung tarbarita i
Puhut muse mula ulaon i
Pasikkolahon akka gelleng na
Anggiat boi pamajuhon luat i
###
Tao toba manghaliangi ho
Tao nauli na tung massai tio
Tung lambok paridion aek mi
Dung mulak au sian hauma i
Molo tinatap sian dolok i
Tikki pangullus ni alogo i
Tabo jala lambok panghilalaan hi
Bissar muse mata ni ari i
Disogot ni ari i
Na panapuhon akka hauma i
Horas samosir najogi
Bereng hamu ma adat na disi
Horas tao toba nauli
Ida hamu ma haulion nai
Pasonang roha ro ma tu si
Tuhan pasada roha nami on
Lao paturehon samosir i
Asa anggiat lam tu denggan na luat i
Mulak tu ###
Terjemahannya dalam arti lirik bahasa indonesia:
tidak ada sepertimu
di seluruh dunia ini
itulah kota samosir yang begitu indah
kampung nya oppung si Raja batak
##
dari sana lah datang nya
bangsa batak bangsaku
bangsa batak yang telah terberita
begitu giat untukk
menyekolahkan semua anak-anaknya
mudah-mudahan bisa memajukan samosir yang indah ini

###
danau toba yang mengelilinginya
danau yang begitu indah sudah begitu terkenal
begitu dingin dan sejuk saat mandi di airnya
saat aku pulang dari kerjaanku
saat ku tatap dari puncak danau
begitulah angin bertiup kencang
begitu segar, sejuk beta rasa
matahari muncul begitu indah
disaat pagi hari
untuk menghilangkan semua penat ini
horas samosir yang begitu indah
lihatlah adat yang berada disitu
horas danau toba yang begitu indah
lihat kalian semua lah ke indahanya
untuk menyenangkan hati datang lah kesana
Tuhan lah yang menyatukan kita
untuk memperbaiki kota samosir
agar bertambah lebih baik

22 Juni 2018

SRC cup 2018


Acara ini baru tahun ini perdana dilaksanakan sehubungan dengan rencana perubahan jam kerja yang hingga saat ini pun belum berubah juga. Ada 4 cabang yang dipertandingkan yaitu sepakbola, voli, tenis meja, dan pingpong. Tim saya bernama SRO1. Sayangnya untuk tahun ini kami hanya meraih 1 emas dari cabang sepakbola. Semoga tahun depan bisa lebih berprestasi lagi. Amiin.

kapal di Samosir tenggelam

Berita menyedihkan kembali terjadi dari Pulau Samosir alias negeri indah kepingan surga. Saya sangat menyukai pulau ini. Bahkan sebulan sekali ke sini pun saya tidak akan bosan. Pemandangan yang ditawarkan, ketenangan yang diberikan terasa mendamaikan hati saya. Terkait insiden ini saya hanya bisa berdoa semoga diberikan yang terbaik untuk semua. Apalagi ada 2 karyawan dari perusahaan tempat saya bekerja juga turun berada di kapal tersebut.

Kemudian terkait penyebab dari tenggelamnya kapal ini yang oleh banyak pihak diperkirakan karena kapal yang kepenuhan muatan. Menurut saya hal ini mungkin saja terjadi. namun kalau kita pikirkan lagi seharusnya hal ini sudah merupakan hal yang biasa apalagi memasuki musim lebaran ini. pertanyaannya kenapa kapal ini??

Kapal tidak ada manifest?? hahaha sepertinya semua kapal seperti itu.. Bagi yang minimal sudah pernah ke samosir pasti tahu. Kemudian pelampung yang kurang. Hmmm no comment laaa...

Jadi yang bisa saya bilang di sini adalah apa siy yang berbeda pada saat kejadian sehingga kapal sinar bangun yang apesnya terkena insiden naas ini.
  1. Kapal overload --> sepertinya kapal lain kuga
  2. Tidak ada manifest --> kapal lain idem
  3. Pelampung kurang --> so so laaa
  4. Cuaca
Di sini yang ingin saya garis bawahi adalah masalah cuaca. Dari berita saya dengan ombak saat itu sangat tinggi sehingga kapal terhempas. Selama saya ke samosir siy saya belum pernah mengalami hal itu. Jadi saran dari saya adalah pentingnya laporan kondisi cuaca di danau toba (bila memang bisa diprediksi). Jadi misalkan ketika kondisi cuaca diperkirakan tidak baik bisa dinyalakan bunyi sirine jadi jangan ada kapal yang berlayar terutama di tempat-tempat pelabuhan (ajibata, tomok, simanindo, tiga ras). Ataupun ada petugas di masing2 pelabuhan yang ditelpon dan diinformasikan mengenai kondisi cuaca.