Sebenarnya yang namanya mencari kerja itu bisa dibilang susah2 gampang.. susah karena setiap hari kita harus meyakinkan diri bahwa pekerjaan yang kita cari sedang menunggu kita diluar sana. Gampang karena sebenarnya pekerjaan, terutama dibidang migas, tersedia banyak sekali baik didalam maupun diluar negeri. Pekerjaan dibidang migas bisa saya kategorikan menjadi 4, yaitu :
1. BUMN
Disini kita bisa melihat perusahaan2 seperti BP MIGAS dan DITJEN MIGAS, yang berada dibawah presiden langsung atau dibawah departemen ESDM (tolong koreksi jika saya salah). Banyak orang yang tadinya bekerja di perusahaan2 swasta pada akhirnya mengincar perusahaan2 BUMN, mungkin dengan bekerja disini mereka bisa menemukan salary yang cukup, jadwal ke lapangan yang tidak terlalu sibuk atau bisa diatur sendiri, serta kehidupan yang nyaman untuk berkeluarga. Fresh Graduate bisa melamar ke BPMIGAS, tapi saya kurang tahu untuk DITJEN MIGAS. Apalagi menurut bocoran saat ini BPMIGAS sedang membutuhkan banyak sekali pegawai baru karena pengembangan struktur organisasi, dan tes masuknya pun tidak mudah. Tapi layak untuk dicoba.
2. Oil and Gas Company
Perusahaan2 seperti Pertamina, chevron, total, conocophillips, exxonmobil, seleraya, atau untuk skala yang lebih kecil seperti JOB dan TAC saya masukkan semuanya kesini. Nama2 perusahaan disini sering kali didengar oleh umum. Untuk 5 nama perusahaan diatas (dan rata2) biasanya tes masuknya tergolong sulit dan membutuhkan IPK>3,0. Selalu menjadi rebutan banyak orang karena salary yang cukup besar untuk fresh graduate, sejumlah tunjangan yang menggiurkan serta peluang untuk bisa bekerja diluar negeri atau diluar kota. Fresh graduate tentunya bisa masuk ke perusahaan ini, dari jurusan apa pun, tapi membutuhkan faktor keberuntungan (bukan hanya kepintaran) yang cukup besar karena saingan2 kita kadang2 jumlahnya bukan puluhan orang, tapi bisa ribuan orang. Tapi untuk perusahaan2 JOB dan TAC mungkin persaingannya lebih sedikit.
3. Service Company
Disini masuk perusahaan2 penyedia jasa dan peralatan seperti halliburton, schlumberger, PTI, baker hughes, weatherford (itu yang besar2), atau yang skalanya lebih kecil seperti elnusa, pakarti, qui handika, saripari yang merupakan perusahaan2 lokal tetapi punya nama didalam negeri. Selain itu ada juga perusahaan jasa inspeksi peralatan migas sebelum disertifikasi. Untuk para fresh grad yang ingin bekerja dibidang migas peluangnya jauh lebih besar di kategori ini karena perusahaan2 seperti ini jumlahnya banyak sekali, baik perusahaan lokal maupun internasional. Gaji tidak bisa dijadikan patokan tapi tetap diatas rata2 perusahaan non-migas. Kondisi badan yang sangat sehat, mampu keluar rumah untuk waktu yang lama, pemahaman mengenai peralatan serta cara kerjanya adalah hal2 yang biasa dibutuhkan di service company. Seringkali IPK bukan menjadi hal yang utama untuk dipertimbangkan, tetapi kemampuan kita untuk berinteraksi dengan orang lain akan lebih dilihat. Hampir semua jurusan yang ada di perguruan tinggi bisa bekerja disini, bahkan jurusan ekonomi bisa bekerja di drilling, tentunya karena punya skill lebih yang disukai oleh perusahaan bersangkutan, dan kemudian akan dilatih oleh berbagai macam jenis latihan migas yang nilainya mahal2..
4. Perusahaan2 Luar Negeri
Kenapa ini saya golongkan sendiri? karena kadang2 perusahaan dengan nama yang sama didalam dan diluar negeri mempunyai cara seleksi yang berbeda. Misalnya kita mendaftar ke halliburton indonesia, perusahaan tersebut memiliki seleksi pegawai terpisah dengan halliburton di Dubai sehingga kita bisa memasukkan lamaran kedua perusahaan yang sama tapi "berbeda" tersebut. Fresh grad juga bisa memasukkan lamaran, tentunya yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa inggris yang tidak pas2an, memiliki skill lebih yang bisa dijual ke perusahaan, dan kemauan kita untuk kerja terus menerus dan rela jauh dari negara kita tercinta...
Bila kita teliti, mau bekerja keras dan mau mencari maka banyak sekali peluang2 untuk bekerja dibidang migas. Jangan hanya menyasarkan diri pada perusahaan2 dengan nama besar, sedangkan perusahaan2 lokal membuka peluang yang sangat besar untuk para lulusan baru.. Yang penting cari pengalaman sebanyak2nya di perusahaan2 lokal tersebut sehingga nantinya kita bisa jual pengalaman itu ke company2 yang lebih besar.. Selamat berhunting buat para lulusan baru.. tetap semangat!...
salam,
Nico
Sejenak kaupun menoleh ke belakang Oh., pematang itu tak terlihat lagi, Bukit hijau menggugah jiwa… Tiada yang sia-sia selama ini, Tiada yang lenyap musnah Segalanya telah melahirkan makna mendalam …….
22 Juni 2009
19 Mei 2009
CEO Google: Matikan Komputermu dan Jadilah Manusia!
Jakarta - Makin banyak orang memakai komputer dan mengakses internet tentunya akan kian menguntungkan Google selaku raksasa bisnis internet. Namun demikian, CEO Google Eric Schmidt justru menyarankan pada para lulusan universitas untuk menjauhi komputer dan mematikan ponsel mereka.
Memang banyak kaum muda terpaku pada dunia virtual di internet dan seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain. Itu sebabnya Schmidt menyarankan agar mereka sejenak berhenti melakukannya dan kembali pada 'habitatnya' sebagai makhluk sosial.
Dikutip detikINET dari PCAuthority, Rabu (20/5/2009), Schmidt mengungkapkan hal itu dalam sebuah pidato kelulusan 6000 wisudawan di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
Orang yang turut membesarkan Google ini menasehati para lulusan ini agar tidak melupakan kehidupan di luar layar komputer. Sebab manusia perlu terus berhubungan dengan dunia sekitarnya.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memegangi tangan cucumu saat dia berjalan untuk kali pertama," demikian Shmidt memberi contoh. "Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu dan perhatikan manusia di sekelilingmu," pungkasnya.
Memang banyak kaum muda terpaku pada dunia virtual di internet dan seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain. Itu sebabnya Schmidt menyarankan agar mereka sejenak berhenti melakukannya dan kembali pada 'habitatnya' sebagai makhluk sosial.
Dikutip detikINET dari PCAuthority, Rabu (20/5/2009), Schmidt mengungkapkan hal itu dalam sebuah pidato kelulusan 6000 wisudawan di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
Orang yang turut membesarkan Google ini menasehati para lulusan ini agar tidak melupakan kehidupan di luar layar komputer. Sebab manusia perlu terus berhubungan dengan dunia sekitarnya.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memegangi tangan cucumu saat dia berjalan untuk kali pertama," demikian Shmidt memberi contoh. "Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu dan perhatikan manusia di sekelilingmu," pungkasnya.
18 Mei 2009
UAS yang nga serasa UAS
Minggu depan dah masuk pekan UAS. Kalo tahun sebelumnya biasanya hari2 gini disibukkan dengan memfotokopi soal tahun lalu, latihan ngerjain soal, menghapal kalo close book. Tapi makin lama makin terasa nikmatnya kuliah di tekim. Kalo di tingkat 1 ujiannya masi kayak di SMA, tingkat 2 mulai banyak ujian yang open book, eeh sekarang tingkat 3 malah cuma 1 ujian yang ‘kayak ujian’ itu juga karena ngulang 2 semester lalu. Sisanya tuh cuma tes lisan dan ngenerjemahin buku. Kalo feeling gw tuh dosen pada mikir gini:
“Wah kayaknya dosen yang lain bakal ngasi materi ujian yang berat2 niy. Bakal banyak hitungan dan hapalannya. Saya mau menjadi guru yang baik ajalah biar mereka nga terlalu pusing yawdah saya suruh terjemahin buku aja lah… He he”
Semester ini emang ngerasa santai banget. Gimana nga.., 1 hari biasanya cuma ada 1 kuliah paling banyak 2. Cuma di tekim UI yang begini.
“Wah kayaknya dosen yang lain bakal ngasi materi ujian yang berat2 niy. Bakal banyak hitungan dan hapalannya. Saya mau menjadi guru yang baik ajalah biar mereka nga terlalu pusing yawdah saya suruh terjemahin buku aja lah… He he”
Semester ini emang ngerasa santai banget. Gimana nga.., 1 hari biasanya cuma ada 1 kuliah paling banyak 2. Cuma di tekim UI yang begini.
04 Mei 2009
The secret of five furious
Diambil dari film Kungfu Panda
- Patience
- Courage
- Confidence
- Discipline
- Compasion
Survey PAB 2009 Gunung Kencana
Dalam rangka Pelantikan Anggota Baru KAPA FTUI 2009 beberapa anggota aktif KAPA melakukan survey ke gunung Kencana. Gunung yang tingginya 1800-an ini terletak di daerah Mega Mendung, Puncak, Jawa Barat. Jalan masuk ke Gunung ini adalah lewat telaga warna. Di daerah ini terdapat 2 gunung yang biasa digunakan untuk kegiatan pendidikan dasar (diksar) pecinta alam yaitu gunung Kencana dan gunung Luhur. Pelantikannya sendiri rencananya akan dilangsungkan pada awal bulan Juni.
Tim yang berangkat terdiri dari Fathur, Rully, dan Lukas. Untuk Fathur ini adalah pengalaman pertama ke Gunung Kencana dan tujuannya memang cuma untuk menemani anak baru yang survey. Sedangkan Lukas dan Rully sudah pernah ke sini sebelumnya. Saat itu mereka ke sini dalam rangka praops II RC. Rencana awalnya siy berangkat dari sekret jam setengah enam namun seperti biasa pasti ngaret.
Dengan dilepas Jejen dan yasin kami berangkat dari sekret pukul setengah 8 malam. Dari UI kami naik angkot menuju kampung Rambutan untuk dilanjutkan naik bus hingga telaga warna. Dalam perjalanan saya tertidur karena kelelalahan setelah kuliah. Di bus kami bertemu beberapa mahasiswa FIB UI yang akan menuju gunung Gede. Kami sampai di telaga warna sekitar pukul setengah satu pagi. Kemudian kami mengurus perizinan dimana setiap orang dikenakan biaya 3.000 rupiah. Kami langsung melanjutkan perjalanan kembali. Rencananya kami akan beristirahat di saung tempat PAB tahun lalu.
Di tengah hujan rintik-rintik, kami berjalan di tengah keheningan malam. Kami menyusuri jalan kebun teh dalam diam. Setelah sekitar 1,5 jam berjalan dan sempat tersasar sebentar ahirnya kami tiba di saung. Kami langsung menggelar matras dan beristirahat agar cukup fit untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Ternyata malam itu sangat sulit untuk tidur karena angin malam yang berhembus sangat dingin ditambah tetesan air hujan yang dibawa angin. Fathur terlalu menganggap ‘remeh’ perjalanan kali ini sehingga hanya memakai celana pendek jadinya malam (lebih tepatnya pagi) itu terasa sangat menyiksa.
Kami bangun sekitar pukul 5.45 pagi. Sebelum melanjutkan perjalaanan kami sarapan pagi terlebih dahulu. Sarapan pagi itu adalah nasi dan nugget curah (makanan ‘kere’ khas anak GH). Selesai makan kami langsung packing dan menuju starting point. Namun ternyata mereka agak lupa jalan menuju starting point. Saya mencoba membantu dengan melakukan ormed (orientasi medan). Kami mengetahui perkiraan letak posisi gunung sehingga cukup mencari jalan ke arah sana).
Perjalanan menuju starting point sangat jauh dan berbatu. Kami sempat beberapa kali salah jalan. Saya sangat tidak menduga kalo perjalanan menuju starting pointnya saja sudah begitu jauh. Patokan kami yaitu SD Cikoneng sebenarnya sudah keliatan tetapi ternyata jalan ke sana sangat berliku menyusuri kebun teh sehingga menjadi terasa jauh. Ternyata sesampainya di SD Cikoneng yang rencananya akan dijadikan basecamp selama PAB itu masih 2/3 dari jalur menuju starting point. Tanpa istirahat kami langsung melanjutkan perjalanan lagi.
Pada pukul 11.15 akhirnya kami tiba di starting point setelah sebelumnya bertemu Mang Unang yang merupakan mandor di perkebunan teh dan sudah sering membantu mahasiswa yang melaksanakan kegiatan diksar. Sebenarnya Rully dan Lukas bingung karena ketika Bulan Januari lalu ke sini, mereka tidak lewat jalur ini. Tapi karena kami tidak menemukan jalur yang lain maka kami pun memutuskan untuk mengambil jalur ini saja.
Perjalanan mendaki pun dimulai. Jalur yang kami lalui tidak terlalu sulit dan terlihat jelas. Jalurnya mirip dengan jalur ke kawah ratu dari gunung bunder. Kami terus mendaki sambil menentukan letak posisi2 mentor nantinya, mencari makanan survival, menentukan lokasi istirahat siswa, memasang stream line, dan lain sebagainya. Ternyata waktu untuk mencapai puncaknya tidak terlalu lama yaitu hanya sekitar 1,5 jam. Di Puncak terlihat pemandangan alam yang cukup bagus juga terlihat Gunung Gede Pangrango. Awalnya kami berencana untuk menginap semalam di puncak. Tapi kami mengubah rencana tersebut mengingat kami masih sempat untuk turun dan kembali ke rumah hari ini.
Setelah beristirahat dan makan siang kami melanjutkan perjalanan turun. Tapi kali ini kami akan turun lewat jalur yang curam. Jalur turun yang kami lalui ternyata sangat2 curam. Kemiringannya bisa mencapai 60 sampai 80 derajat. Alhasil terkadang kami harus merosot untuk turun. Makanan survival di sepanjang jalur sangat banyak seperti pisang dan pakis-pakisan. Di sepanjang jalur banyak terdapat pacet dan ulat bulu sehingga harus lebih berhati-hati.
Beruntunglah hari itu tidak turun hujan. Sehingga segalanya dapat berlangsung lancar. Kami agak kesulitan saat melewati turunan ini. Jalur ini sepertinya sangat jarang dipakai. Menurut saya agak riskan juga sebenarnya kalo jalur ini digunakan untuk jalur PAB. Selain berat bagi siswa, mentornya juga belum tentu cukup kuat untuk melewatinya. Untuk turun saja sulit, apalagi kalau digunakan untuk jalur naik. Tapi semuanya kembali kepada kebijakan kaops dan Pj PPnya.
Sesampainya di bawah kami langsung menuju rumah mas Unang untuk pamit. Selain itu kami juga meminta beberapa informasi menyangkut rencana kami untuk melaksanakan PAB di gunung Kencana. Masalah utamanya mungkin adalah tidak adanya pusat kesehatan di sekitar lokasi. Pusat kesehatan terdekat adalah di jalan Raya puncak yang letaknya sangat jauh dari Gunung. Di perumahan penduduk juga banyak sekali anjing yang terus menyalak sepanjang waktu kami lewat. Sungguh menyebalkan.
Untuk pulang, kami harus melewati jalan yang tadi kami lalui ketika pergi. Jiper juga siy. Bedanya kali ini seharusnya tidak nyasar lagi. Tidak diduga perjalanan pulang ini berlangsung cukup cepat. 2 Anak GH ini ternyata kuat2 juga. Pada pukul 5.30 kami sudah tiba di saung tempat menginap semalam. Setelah beristirahat sebentar kami segera kembali berjalan dan sampai di pos penjaga pada pukul 6.00. Di pos kami bertemu Pak Marjoko. Beliau yang tahun lalu membantu Fathur ketika nyasar saat menuju lokasi PAB (ceritanya panjang dan sangat memalukan jadi tidak akan diceritakan di sini ^_^). Setelah bercakap-cakap sebentar kami pun pamit dan segera menuju jalan raya untuk kembali ke Depok.
Untuk jalur pulang kami memilih lewat Bogor dilanjutkan naik kereta hingga UI. Ternyata perjalanan pulang ini tidak begitu lancar karena kemacetan parah dari Taman Safari hingga Ciawi. Sungguh menyebalkan. Kami baru tiba di Terminal Baranangsiang pukul 8.20. Pada pukul segitu kereta sudah tidak ada lagi. Untunglah Lukas punya ide brilian sehingga kemudian kami naik bus hingga Citeurep dan dari sana akan di jemput oleh bokapnya hingga kutek. Di tengah jalan juga ditraktir makan malam sama bokapnya Lukas.
Kami sampai di UI pukul 10 malam. Kami langsung balik ke kosan masing2 tanpa ke sekret lagi (kesadaran 2 seri ^_^). Mungkin inilah pengalaman naik gunung tersingkat kedua yaitu selama 26 jam pulang pergi. Rekor tercepat masih dipegang waktu naik ke gunung Gede bwat survey pelantikan puapala yaitu pulang pergi 24 jam.
Tim yang berangkat terdiri dari Fathur, Rully, dan Lukas. Untuk Fathur ini adalah pengalaman pertama ke Gunung Kencana dan tujuannya memang cuma untuk menemani anak baru yang survey. Sedangkan Lukas dan Rully sudah pernah ke sini sebelumnya. Saat itu mereka ke sini dalam rangka praops II RC. Rencana awalnya siy berangkat dari sekret jam setengah enam namun seperti biasa pasti ngaret.
Dengan dilepas Jejen dan yasin kami berangkat dari sekret pukul setengah 8 malam. Dari UI kami naik angkot menuju kampung Rambutan untuk dilanjutkan naik bus hingga telaga warna. Dalam perjalanan saya tertidur karena kelelalahan setelah kuliah. Di bus kami bertemu beberapa mahasiswa FIB UI yang akan menuju gunung Gede. Kami sampai di telaga warna sekitar pukul setengah satu pagi. Kemudian kami mengurus perizinan dimana setiap orang dikenakan biaya 3.000 rupiah. Kami langsung melanjutkan perjalanan kembali. Rencananya kami akan beristirahat di saung tempat PAB tahun lalu.
Di tengah hujan rintik-rintik, kami berjalan di tengah keheningan malam. Kami menyusuri jalan kebun teh dalam diam. Setelah sekitar 1,5 jam berjalan dan sempat tersasar sebentar ahirnya kami tiba di saung. Kami langsung menggelar matras dan beristirahat agar cukup fit untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Ternyata malam itu sangat sulit untuk tidur karena angin malam yang berhembus sangat dingin ditambah tetesan air hujan yang dibawa angin. Fathur terlalu menganggap ‘remeh’ perjalanan kali ini sehingga hanya memakai celana pendek jadinya malam (lebih tepatnya pagi) itu terasa sangat menyiksa.
Kami bangun sekitar pukul 5.45 pagi. Sebelum melanjutkan perjalaanan kami sarapan pagi terlebih dahulu. Sarapan pagi itu adalah nasi dan nugget curah (makanan ‘kere’ khas anak GH). Selesai makan kami langsung packing dan menuju starting point. Namun ternyata mereka agak lupa jalan menuju starting point. Saya mencoba membantu dengan melakukan ormed (orientasi medan). Kami mengetahui perkiraan letak posisi gunung sehingga cukup mencari jalan ke arah sana).
Perjalanan menuju starting point sangat jauh dan berbatu. Kami sempat beberapa kali salah jalan. Saya sangat tidak menduga kalo perjalanan menuju starting pointnya saja sudah begitu jauh. Patokan kami yaitu SD Cikoneng sebenarnya sudah keliatan tetapi ternyata jalan ke sana sangat berliku menyusuri kebun teh sehingga menjadi terasa jauh. Ternyata sesampainya di SD Cikoneng yang rencananya akan dijadikan basecamp selama PAB itu masih 2/3 dari jalur menuju starting point. Tanpa istirahat kami langsung melanjutkan perjalanan lagi.
Pada pukul 11.15 akhirnya kami tiba di starting point setelah sebelumnya bertemu Mang Unang yang merupakan mandor di perkebunan teh dan sudah sering membantu mahasiswa yang melaksanakan kegiatan diksar. Sebenarnya Rully dan Lukas bingung karena ketika Bulan Januari lalu ke sini, mereka tidak lewat jalur ini. Tapi karena kami tidak menemukan jalur yang lain maka kami pun memutuskan untuk mengambil jalur ini saja.
Perjalanan mendaki pun dimulai. Jalur yang kami lalui tidak terlalu sulit dan terlihat jelas. Jalurnya mirip dengan jalur ke kawah ratu dari gunung bunder. Kami terus mendaki sambil menentukan letak posisi2 mentor nantinya, mencari makanan survival, menentukan lokasi istirahat siswa, memasang stream line, dan lain sebagainya. Ternyata waktu untuk mencapai puncaknya tidak terlalu lama yaitu hanya sekitar 1,5 jam. Di Puncak terlihat pemandangan alam yang cukup bagus juga terlihat Gunung Gede Pangrango. Awalnya kami berencana untuk menginap semalam di puncak. Tapi kami mengubah rencana tersebut mengingat kami masih sempat untuk turun dan kembali ke rumah hari ini.
Setelah beristirahat dan makan siang kami melanjutkan perjalanan turun. Tapi kali ini kami akan turun lewat jalur yang curam. Jalur turun yang kami lalui ternyata sangat2 curam. Kemiringannya bisa mencapai 60 sampai 80 derajat. Alhasil terkadang kami harus merosot untuk turun. Makanan survival di sepanjang jalur sangat banyak seperti pisang dan pakis-pakisan. Di sepanjang jalur banyak terdapat pacet dan ulat bulu sehingga harus lebih berhati-hati.
Beruntunglah hari itu tidak turun hujan. Sehingga segalanya dapat berlangsung lancar. Kami agak kesulitan saat melewati turunan ini. Jalur ini sepertinya sangat jarang dipakai. Menurut saya agak riskan juga sebenarnya kalo jalur ini digunakan untuk jalur PAB. Selain berat bagi siswa, mentornya juga belum tentu cukup kuat untuk melewatinya. Untuk turun saja sulit, apalagi kalau digunakan untuk jalur naik. Tapi semuanya kembali kepada kebijakan kaops dan Pj PPnya.
Sesampainya di bawah kami langsung menuju rumah mas Unang untuk pamit. Selain itu kami juga meminta beberapa informasi menyangkut rencana kami untuk melaksanakan PAB di gunung Kencana. Masalah utamanya mungkin adalah tidak adanya pusat kesehatan di sekitar lokasi. Pusat kesehatan terdekat adalah di jalan Raya puncak yang letaknya sangat jauh dari Gunung. Di perumahan penduduk juga banyak sekali anjing yang terus menyalak sepanjang waktu kami lewat. Sungguh menyebalkan.
Untuk pulang, kami harus melewati jalan yang tadi kami lalui ketika pergi. Jiper juga siy. Bedanya kali ini seharusnya tidak nyasar lagi. Tidak diduga perjalanan pulang ini berlangsung cukup cepat. 2 Anak GH ini ternyata kuat2 juga. Pada pukul 5.30 kami sudah tiba di saung tempat menginap semalam. Setelah beristirahat sebentar kami segera kembali berjalan dan sampai di pos penjaga pada pukul 6.00. Di pos kami bertemu Pak Marjoko. Beliau yang tahun lalu membantu Fathur ketika nyasar saat menuju lokasi PAB (ceritanya panjang dan sangat memalukan jadi tidak akan diceritakan di sini ^_^). Setelah bercakap-cakap sebentar kami pun pamit dan segera menuju jalan raya untuk kembali ke Depok.
Untuk jalur pulang kami memilih lewat Bogor dilanjutkan naik kereta hingga UI. Ternyata perjalanan pulang ini tidak begitu lancar karena kemacetan parah dari Taman Safari hingga Ciawi. Sungguh menyebalkan. Kami baru tiba di Terminal Baranangsiang pukul 8.20. Pada pukul segitu kereta sudah tidak ada lagi. Untunglah Lukas punya ide brilian sehingga kemudian kami naik bus hingga Citeurep dan dari sana akan di jemput oleh bokapnya hingga kutek. Di tengah jalan juga ditraktir makan malam sama bokapnya Lukas.
Kami sampai di UI pukul 10 malam. Kami langsung balik ke kosan masing2 tanpa ke sekret lagi (kesadaran 2 seri ^_^). Mungkin inilah pengalaman naik gunung tersingkat kedua yaitu selama 26 jam pulang pergi. Rekor tercepat masih dipegang waktu naik ke gunung Gede bwat survey pelantikan puapala yaitu pulang pergi 24 jam.
12 April 2009
Good Bye tebing Bambuapuang
Akhirnya rencana memanjat di tebing Bambuapuang menguap begitu saja. Nga mau cerita alasannya di sini. Nga ada juga yang perlu disesali. Tapi ada beberapa poin yang bisa dipetik yaitu:
- Jangan serakah. Serakah terkadang membuat kita mau menguasai sebanyak mungkin
- Jangan licik
- Kalo melakukan sesuatu jangan setengah-setengah
- Keep our friend close but keep our enemy closer
07 April 2009
Lagi2 KP
Wah gawat VICO bilangnynya dari 2 proposal yang masuk cuma bisa terima satu aja. Wah berarti harus ada yang nyari tempat buat KP lagi. Secara dari teknik kimia UI tuh ada dua proposal yang masukin ke sana. Padahal udah H-2 bulan dari jadwal KP yang direncanakan. Kalo melihat IP siy kayaknya proposal Fathur ma Jai yang bakal ditolak pihak VICOnya. Makanya keep pray aja..
06 April 2009
Cobaan...
Hari ini Fathur puasa sunnah senin kamis. Seperti biasa nga sahur cuma minum susu cokelat aja. Padahal ntar sorenya mau ngajar. Eh pas sampe kampus rasanya lemas banget. Biasanya siy nga kayak gini. Yawdah selesai kuliah langsung tidur2-an di sekret. Siapa tau pas bangun dah jamnya buka puasa ^_^
Eh paling baru 15 menit dah dapat telepon dari teman di suru ke kantek. Dengan kondisi yang masi agak lemas yawdah apa boleh buat. Di kantek ternyata ada bagi2 sprite gratis sehingga tanpa banyak ba bi bu langsung ambil satu. Kemudian nya ri teman yang tadi nelpon. Pas dah ketemu dan spritenya dah abis setengah baru sadar kalo hari ini tuh puasa benar2 khilaf.Wah langsung berada dalam kebimbangan antara melanjutkan puasa atau melanjutkan minum sprite yang menggiurkan ini.
Tapi niat baik sepertinya menang kali ini. Yawdah langsung nerusin puasanya. Minimal badan dah nga selemas tadi karena udah ada asupan sprite ^_^
Kejadian ini tuh dah sering banget terjadi. Mungkin benar kata Bagus kalo niat puasa Fathur tuh masi belum sempurna. jadinya harus lebih diniatkan lagi puasanya.
Eh paling baru 15 menit dah dapat telepon dari teman di suru ke kantek. Dengan kondisi yang masi agak lemas yawdah apa boleh buat. Di kantek ternyata ada bagi2 sprite gratis sehingga tanpa banyak ba bi bu langsung ambil satu. Kemudian nya ri teman yang tadi nelpon. Pas dah ketemu dan spritenya dah abis setengah baru sadar kalo hari ini tuh puasa benar2 khilaf.Wah langsung berada dalam kebimbangan antara melanjutkan puasa atau melanjutkan minum sprite yang menggiurkan ini.
Tapi niat baik sepertinya menang kali ini. Yawdah langsung nerusin puasanya. Minimal badan dah nga selemas tadi karena udah ada asupan sprite ^_^
Kejadian ini tuh dah sering banget terjadi. Mungkin benar kata Bagus kalo niat puasa Fathur tuh masi belum sempurna. jadinya harus lebih diniatkan lagi puasanya.
05 April 2009
Keras bukan berarti kasar
Pemilu sudah semakin dekat. Makin bingung mau pilih siapa. Tapi Fathur dah punya skala prioritas caleg dan partai yang fathur pilih. Nga peduli visi misinya. kalo alternatif 1 nga ada baru milih alternatif 2
Tapi sekarang malah mikir2 lagi setelah ngeliat 2 tayangan di TV. Yang satu tentang debat caleg mengenai masalah Provinsi Tapanuli (protap) dengan pembicara semuanya caleg dari batak. Serta yang satu lagi waktu wawancara di mana satu calon menjadi narasumber langsung dan satu lagi narasumber VIA telepon. Dua-duanya juga orang batak. Benar2 ilfeel ngeliat mereka saling melempar ejekan dan hinaan serta saling menjatuhkan satu sama lain. Saat melihat arogansi ucaan mereka dengan logat bataknya sungguh sangat menyedihkan.
Nga pernah apa ya orang2 itu ngeliat PSMS Medan main. Mereka kalo main tuh udah terkenal kerasnya tapi tidak kasar. Orang batak itu emang terkenal keras, tapi bukan menjurus kasar. Walaupun juga secara teknik nga kalah. Orang2 itu (caleg) harus belajar dari cara main PSMS tersebut. Gimana caranya untuk bisa menunjukkan kualitas dirinya tanpa perlu menjatuhkan lawannya. Jangan malah hina-hinaan di depan TV malu2in orang batak aja..
- Alternatif 1: Caleg yang satu marga nga perduli partainya apa
- Alternatif 2: Partai yang bersih, peduli, dan profesional calegnya cari yang satu suku..
Tapi sekarang malah mikir2 lagi setelah ngeliat 2 tayangan di TV. Yang satu tentang debat caleg mengenai masalah Provinsi Tapanuli (protap) dengan pembicara semuanya caleg dari batak. Serta yang satu lagi waktu wawancara di mana satu calon menjadi narasumber langsung dan satu lagi narasumber VIA telepon. Dua-duanya juga orang batak. Benar2 ilfeel ngeliat mereka saling melempar ejekan dan hinaan serta saling menjatuhkan satu sama lain. Saat melihat arogansi ucaan mereka dengan logat bataknya sungguh sangat menyedihkan.
Nga pernah apa ya orang2 itu ngeliat PSMS Medan main. Mereka kalo main tuh udah terkenal kerasnya tapi tidak kasar. Orang batak itu emang terkenal keras, tapi bukan menjurus kasar. Walaupun juga secara teknik nga kalah. Orang2 itu (caleg) harus belajar dari cara main PSMS tersebut. Gimana caranya untuk bisa menunjukkan kualitas dirinya tanpa perlu menjatuhkan lawannya. Jangan malah hina-hinaan di depan TV malu2in orang batak aja..
22 Maret 2009
Lagu Pemanjat
Ini adalah lagu kebangsaannya anak RC. diciptain sama abang Iwan Fals.Liriknya sebagai berikut:
Lagu Pemanjat
Antara hidup dan mati
Tak kan pernah aku kembali
Niatku sudah terpatri
Antara hidup dan mati
Darah keringat di batu
Terikat tali kehidupan
Rasa takut dan ragu-ragu
Mengundang dewa kematian
Berada di ketinggian
Menjawab segala tekanan
Angin kencang sebagai godaan
Kita harus mampu bertahan
Lagu pemanjat
Bukan lagu orang sekarat
Lagu pemanjat
Lagu orang yang kuat
Lagu pemanjat
Bukan hanya sekedar kuat
Lagu pemanjat
Lagu jiwa yang liat
Dinding dingin tebing terjal
Terus melambai lambaikan tangannya
Memanggil aku untuk tetap memanjati
Kehidupan yang penuh dengan misteri
Sang jari menari
Jangan berhenti
Kupasrahkan diriku
DigenggamanMu
Sang nyali bernyanyi
Di ujung kaki
Kuikhlaskan hidupku
Ya kuikhlaskan
Lagu Pemanjat
Antara hidup dan mati
Tak kan pernah aku kembali
Niatku sudah terpatri
Antara hidup dan mati
Darah keringat di batu
Terikat tali kehidupan
Rasa takut dan ragu-ragu
Mengundang dewa kematian
Berada di ketinggian
Menjawab segala tekanan
Angin kencang sebagai godaan
Kita harus mampu bertahan
Lagu pemanjat
Bukan lagu orang sekarat
Lagu pemanjat
Lagu orang yang kuat
Lagu pemanjat
Bukan hanya sekedar kuat
Lagu pemanjat
Lagu jiwa yang liat
Dinding dingin tebing terjal
Terus melambai lambaikan tangannya
Memanggil aku untuk tetap memanjati
Kehidupan yang penuh dengan misteri
Sang jari menari
Jangan berhenti
Kupasrahkan diriku
DigenggamanMu
Sang nyali bernyanyi
Di ujung kaki
Kuikhlaskan hidupku
Ya kuikhlaskan
Langganan:
Postingan (Atom)